Hits: 105

Reporter Pijar

Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) resmi membuka Program Studi S2 Magister Antropologi Sosial. Pengumuman tersebut disampaikan pada tanggal 22 Februari 2026 lewat akun Instagram resmi universitas. Peluncuran program ini menandai langkah baru dalam memperluas jenjang pendidikan antropologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Peluncuran program ini menandai langkah baru dalam memperluas jenjang pendidikan antropologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta sebagai langkah strategis pengembangan ilmu antropologi di Sumatera Utara. Hingga kini, pendidikan antropologi di USU hanya tersedia pada tingkat sarjana. Kehadiran program magister memberikan ruang akademik yang lebih luas, mencakup pendalaman teori serta penguatan penelitian sosial.

Kepala Program Studi Antropologi FISIP USU, Irfan Simatupang, menjelaskan bahwa pembukaan program magister ini didasari oleh pemikiran bahwa pendidikan merupakan proses yang terus dan akan selalu berlanjut. Menurutnya, pengembangan ilmu memiliki fase-fase yang tidak hanya berakhir pada jenjang sarjana.

“Ilmu itu tidak pernah berakhir selama kita masih hidup dan bernapas. Ada jenjang dalam mengembangkan ilmu, dari sarjana, magister, sampai doktor,” ujarnya.

Menurut beliau, ide untuk membuka program S2 sebenarnya sudah ada sejak kira-kira sepuluh tahun yang lalu. Namun pada waktu itu belum ada langkah konkrit yang serius untuk mewujudkannya. Ide tersebut kemudian kembali dibicarakan dalam lingkup internal program studi sampai akhirnya memperoleh dukungan untuk direalisasikan.

Program magister ini dirancang mengarah pada pengembangan antropologi publik. Pendekatan ini menempatkan antropologi tidak hanya sebagai ilmu yang beroperasi di lingkungan akademik, melainkan juga memiliki hubungan langsung serta relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berbagai lembaga sosial.

“Ketika orang menyebut antropologi, kami ingin jawabannya adalah bermanfaat bagi yang lain,” tegasnya.

Berkenaan dengan kesiapan internal, program studi mengonfirmasi bahwa tenaga pengajar serta fasilitas telah disiapkan. Koordinasi dengan fakultas juga telah tercapai, meskipun secara administratif masih menunggu persetujuan resmi dari rektorat sebelum rincian teknis dipublikasikan.

Program S2 Magister Antropologi Sosial ini diharapkan dapat memperluas peluang studi lanjutan bagi para lulusan antropologi serta memperkuat kontribusi akademik terhadap berbagai isu-isu sosial. Dengan jenjang baru ini, pengembangan penelitian dan pengabdian berbasis antropologi diharapkan menjadi lebih terstruktur dan memberi dampak yang luas.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment