Hits: 25

Nailah Yudi Permata

Pijar, Medan. Perencanaan keuangan atau yang biasa disebut dengan financial planning merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola keuangan, baik itu untuk kepentingan bisnis ataupun pribadi.

Lebih spesifik, perencanaan keuangan juga dapat dimengerti sebagai suatu proses yang digunakan untuk mengelola keuangan pribadi berdasarkan tujuan keuangan. Oleh karena itu, kegiatan ini perlu dirumuskan tidak hanya untuk tujuan jangka pendek, tetapi juga tujuan jangka panjang dalam pelaksanaannya.

Di satu sisi, perencanaan keuangan pada dasarnya adalah aktivitas sistematis yang melibatkan penetapan tujuan, evaluasi dan penerapan, serta memantau dan mengendalikan keuangan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan pentingnya pengelolaan keuangan, terutama generasi Z.

Dilansir dari finansial.bisnis.com, Ligwina Hananto selaku founder dan CEO QM Financial mengatakan bahwa 73% dari generasi Z di Indonesia ragu terhadap keuangannya untuk rencana jangka panjang. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan generasi Z dalam mengatur keuangannya, yaitu uang habis untuk bergaya dan lebih banyak pengeluaran daripada penghasilan.

Padahal perencanaan keuangan itu penting dan sebaiknya diterapkan di kehidupan sehari-hari. Karena dari perencanaan keuangan, dapat dilihat ke mana alokasi uang yang dimiliki secara lebih akurat. Jika dibandingkan tanpa perencanaan keuangan maka langkah dan keputusan finansial yang dilakukan akan menjadi lebih tidak terorganisir.

Lalu bagaimana cara membuat perencanaan keuangan?

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah identifikasi pemasukan dan pengeluaran secara rutin sehingga perencanaan keuangan pun dapat dibuat setelahnya. Karena tercapainya tujuan keuangan akan bergantung pada bagaimana cara mengidentifikasi kondisi keuangan itu sendiri.

Kedua adalah membuat anggaran bulanan. Catat detail apa saja yang termasuk pengeluaran bulanan dan berapa nominal yang dikeluarkan setiap bulannya.

Selanjutnya, yang ketiga adalah sisihkan uang di awal. Imbangi keperluan menabung dan investasi dengan menerapkan kemampuan menyisihkan uang di awal periode. Ini dilakukan agar tidak tergoda untuk menghabiskan uang hanya sebagai konsumsi. Uang yang disisihkan juga dapat berguna untuk kebutuhan tidak terduga atau sebagai dana darurat. Dana darurat adalah pos khusus di mana dana tersebut akan digunakan sebagai perlindungan saat hal tidak diinginkan terjadi.

Langkah selanjutnya adalah minimalkan utang. Dengan adanya utang, seseorang dapat mengalami kesulitan di kemudian hari sehingga hal seperti ini sebaiknya dihindari. Jika bisa bahkan jangan sampai berutang, apalagi hanya untuk menuruti gaya hidup.

Berikutnya yang paling penting adalah gunakan aplikasi tertentu agar lebih mudah dalam mengelola keuangan. Kini melakukan perencanaan keuangan tidak seperti pada zaman dulu yang harus sedia berlembar-lembar kertas dan dituliskan secara manual. Sebaliknya, perencanaan keuangan pada zaman ini lebih praktis karena dapat menggunakan aplikasi yang berkaitan dengan perencanaan keuangan di smartphone agar memudahkan pencatatan.

Langkah yang terakhir adalah lakukan evaluasi dan monitoring. Setelah membuat perencanaan dan melaksanakannya sesuai dengan apa yang dijelaskan sebelumnya maka lakukanlah pengecekan ulang dengan melihat kembali dan menilainya. Berikan penilaian atas dasar pertanyaan, “apakah ada yang dapat dimaksimalkan dan diperbaiki?”. Namun, tak berhenti hanya pada langkah ini, tetaplah konsisten dalam menerapkan perencanaan keuangan hingga pelaksanaannya agar tujuan finansial dapat tercapai secara maksimal.

Nah, dari penjelasan di atas bisa dilihat betapa pentingnya perencanaan keuangan. Jadi, yuk segera menerapkannya. Bukanlah hal yang sulit untuk memulai dan tetap konsisten karena siapapun bisa melakukannya asalkan dibekali dengan pengetahuan serta kedisiplinan.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment