Hits: 63
Sahifa Mutawally Syifa / Nurul Sukma Asghar
Pijar, Medan. Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada 10 November setiap tahunnya. Hari nasional ini guna memperingati jasa para pahlawan Indonesia dalam peristiwa Pertempuan Surabaya yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.
Pada peringatan Hari Pahlawan 2022 ini, Kementerian Sosial merilis tema “Pahlawanku Teladanku”. Tema ini mengusung makna bahwa setiap insan masyarakat Indonesia sepatutnya memiliki semangat kepahlawanan dalam membangun negeri sesuai dengan potensinya masing-masing. Semangat tersebutlah yang harus dipertahankan untuk mengenang jasa para pahlawan.
Adapun logo tahun ini mempunyai empat elemen. Pertama, kepalan tangan yang melambangkan semangat juang dan perlawanan pahlawan dalam menolak ketidakadilan dan kezaliman para penjajah. Kedua, perisai Pancasila di bagian bawah kepalan tangan yang melambangkan anak bangsa rela menumpahkan darahnya demi mempertahankan kemerdekaan dan tanah air dari penjajah.
Ketiga, simbol cinta dalam budaya pop sering diutarakan untuk menandakan rasa cinta. Dengan konsep yang sama, simbol ini melambangkan para pahlawan yang rela berkorban karena adanya perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah air. Terakhir, bambu runcing, senjata yang digunakan untuk melawan penjajah pada masa kolonialisme. Senjata bambu runcing ini dimaknai sebagai saksi bisu sejarah bahwa para pahlawan bangsa pernah berjuang untuk melakukan perlawanan untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia secara absolut.
Jika diulik sejarahnya, kondisi negara Indonesia masih belum stabil dan rentan bergejolak pasca pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945. Pertempuran Surabaya diawali dengan terbunuhnya Pemimpin Tentara Inggris untuk Jawa Timur, Brigadir Jenderal Mallaby, pada 30 Oktober 1945. Peristiwa tersebut kemudian membuat Inggris mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 dan ditentang oleh rakyat Surabaya.
Banyaknya korban yang berjatuhan membuat peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan serta menjadi simbol kekuatan dan perlawanan atas hak kemerdekaan Indonesia yang hendak direnggut kembali oleh penjajah.
Dengan memperingati Hari Pahlawan, masyarakat senantiasa mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Masyarakat Indonesia terutama mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat menjadikan para pahlawan sebagai teladan dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

