Hits: 22

Reporter Pijar

Pijar, Medan. Sejak dua tahun lamanya, pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh kegiatan terpaksa dilaksanakan secara daring, termasuk juga Festival Sinema Prancis. Kini, FSP hadir kembali menyambut semangat para pecinta film, khususnya tentang kebudayaan Prancis. Pada tahun ini, Festival Sinema Prancis diselenggarakan secara hybrid, yakni pada tanggal 6-21 Oktober. Festival ini diselenggarakan untuk umum dan gratis.

Festival edisi ke-24 ini mengusung tema Generation. Jade Granier selaku Direktur Alliance Francaise Medan mengungkapkan latar belakang terpilihnya tema tersebut ialah karena festival ini diharapkan dapat membawa pesan perubahan untuk meningkatkan kesadaran setiap individu lintas generasi akan isu-isu yang melekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Semua film yang terpilih dari komite Film Prancis mengangkat isu, yang di mana setiap generasi menghadapi isunya bersama, misalnya history, lingkungan, hak asasi manusia, perubahan iklim, isu perempuan, dan juga inklusivitas,” jelas Jane.

Kendati demikian, tantangan untuk mengadakan festival ini juga dialami oleh pihak penyelenggara, salah satunya ialah kendala mencari tempat pemutaran film. Tahun ini, Festival Sinema Prancis berlangsung secara luring di tiga tempat, antara lain di AF Medan (6-7 Oktober), Digital Library Universitas Negeri Medan (7 Oktober), dan Museum Perkebunan 2 Medan (8-9 Oktober). Sisanya diadakan daring dengan mengakses MolaTV pada 14-21 Oktober.

mediapijar.com-Festival Sinema Prancis
Dokumentasi bersama panitia dan peserta Festival Sinema Prancis 2022 di Digital Library Universitas Negeri Medan (7/10/2022).
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Antusias dari para peserta dapat dirasakan oleh para penyelenggara festival. Jade mengatakan cukup banyak peminat di Medan yang datang untuk menonton pemutaraan film Prancis tersebut. Salah satu peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Medan, Khusnul Arifin, mengungkapkan pengalamannya setelah menonton Festival Sinema Prancis membuatnya tertarik untuk mengenal kebudayaan Prancis.

“Ini merupakan pengalaman pertama kali saya mengikuti Festival Sinema Prancis. Walaupun masih belum semua film diterjemahkan ke bahasa Indonesia sehingga membuat saya agak susah memahami cerita, tetapi secara keseluruhan sudah bagus dari alur cerita, segi musiknya juga. Menikmatilah bagaimana film tersebut,” ucapnya kepada Pijar (9/10/2022).

Jade juga berharap Festival Sinema Prancis ini semakin terkenal di Medan supaya dapat memperbanyak orang yang mengenal film sekaligus budaya Prancis. Ia berharap peserta yang mengikuti festival tahun ini dapat menyebarkan informasi mengenai acara ini sehingga tahun depan akan mengikutinya kembali bersama teman-teman.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment