Hits: 12

Reny Elyna Ridwan / Nia Nuryanti Barus

Pijar, Medan. Setelah minggu pertama dan kedua membahas tentang keterampilan berbahasa pasif yaitu menyimak dan membaca, di minggu ketiga Festival Tetralogi Narabahasa tampil beda dengan membahas keterampilan berbahasa aktif melalui “Festival Berbicara”. Dilaksanakan pada Sabtu (23/10/21) melalui Zoom Meeting, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para peserta agar aktif dalam mengeluarkan pendapat, gagasan, dan opini yang nantinya dapat meningkatkan keterampilan berbicara.

Acara kali ini kembali dibawakan oleh Asep Wijaya selaku moderator. Sebelum memasuki pemaparan materi, peserta disuguhkan dengan beberapa gambar yang ditampilkan pada layar. Melalui gambar tersebut peserta diharapkan mampu menyampaikan gagasan, opini, serta interpretasinya dengan berbicara.

Penampilan gambar untuk mengajak peserta menyampaikan gagasan, opini maupun interpretasi mengenai gambar yang ditampilkan. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Setelah membangun semangat dan antusias para peserta dalam menyampaikan pendapatnya dengan berbicara, Asep memberi kesempatan kepada Innezdhe selaku narasumber untuk menyampaikan materinya. Innezdhe membahas tentang keterampilan berbicara mulai dari karakteristik, proses, sampai hasil kemampuan berbicara.

Keterampilan berbicara merupakan kegiatan berbahasa lisan dengan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi untuk mengekspresikan pikiran, gagasan, dan perasaan. “Di mana ketika kita berbicara, kita memanfaatkan alat ucap kita yang merupakan produk artikulasi, sehinga kita bisa membedakan bunyi bahasa yang satu dengan lainnya. Hal tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.

Dalam pemaparannya turut juga disampaikan tujuan dari keterampilan berbicara yaitu untuk menghibur lawan bicara, memberi informasi kepada lawan bicara, menstimulasi lawan bicara, meyakinkan lawan bicara, serta menggerakkan lawan bicara. Semua tujuan tersebut merupakan hal-hal yang kerap kita hadapi di kehidupan sehari-hari.

Untuk mampu berbicara dengan baik di hadapan publik, disampaikan pula tips dalam berbicara. Pertama yang harus dilakukan adalah tenang, hal ini dilakukan dengan mengatur pernapasan dan menjaga intonasi. Kedua yaitu visualisasi dengan menggambarkan situasi tutur dan mengantisipasi potensi masalah. Kemudian yang terakhir adalah berlatih dengan cara mengulang dan mempersiapkan apa yang ingin disampaikan.

Festival ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim Narabahasa. Sebagai penutup, moderator kembali mengingatkan peserta mengenai sub-festival  menulis yang merupakan rangkaian terakhir Festival Tetralogi Narabahasa yang akan diadakan pada minggu selanjutnya.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment