Hits: 19

Anggi Yessika Situmorang / Cut Tasya Salsabila

Pijar, Medan. Universitas Sebelas Maret (UNS) merupakan perguruan tinggi yang unggul dalam riset di bidang keuangan dan perbankan. Universitas ini juga menjadi pionir dengan mendirikan  center of excellence (pusat unggulan) dalam bidang Fintech dan Banking yang diberi nama UNS Fintech Center. Selama kurang lebih satu setengah bulan, UNS Fintech Center telah mengadakan kegiatan “Kompetisi Inovasi Digital 2020” baik dari mahasiswa UNS maupun dari luar UNS.

Pada kesempatan ini, UNS Fintech Center menyelenggarakan webinar yang merupakan puncak acara dari Kompetisi Inovasi Digital 2020 dengan mengusung tema “Start-It-Up: How to Create Digital Innovation Collaborate, and Make it Great” sekaligus Awarding Session bagi 10 besar finalis yang terpilih untuk ikut menyaksikan pengumuman pemenang kompetisi pada sesi akhir webinar. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui platform Zoom meeting dan live Streaming Youtube pada Sabtu, (07/11) yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Webinar yang dihadiri kurang lebih 160 peserta ini dibuka oleh Yoshia Christian Mahulete sebagai moderator. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Irwan Trinugroho, Ph.D, Kepala PUI-PT Fintech and Banking. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang sekaligus sebagai dewan juri dalam kompetisi yang telah diselenggarakan, yakni Taufiq Arifin yang merupakan Dosen Universitas Sebelas Maret, William Suryawan sebagai Co Director Startup Grind dan Erik Hormein selaku General Manager  Investment BRI Ventures.

Materi pertama yang dibawakan oleh Pak Taufik membahas mengenai bagaimana peran mahasiswa menjadi agent of innovation. Mahasiswa yang menjadi tumpuan bagi masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada disekitar kita, baik itu masalah ekonomi, sosial dan sebagainya. Hal yang dikupas secara mendalam adalah komponen penting dalam membuat inovasi agar dapat berhasil dan sukses. Tak lupa juga, beliau turut memberikan contoh perusahaan-perusahaan yang mengalami inovasi yang sukses. Hingga di akhir pemaparannya, beliau memberikan pesan untuk para mahasiswa. “Mahasiswa teruslah maju berkarya dan jangan terlalu memikirkan kata-kata orang banyak, sekalipun hal itu dianggap tidak akan membawa kepada suatu keberhasilan,” ucapnya.

Selanjutnya, pemateri kedua yaitu Koh William mempresentasikan mengenai how to create an innovative, valid, and sustainable product. Beberapa hal yang dipaparkannya merupakan hasil pengamatan atau observasinya dalam hal poduk-produk inovasi yang sukses dan berhasil di dunia terutama pada masa pandemi Covid-19 ini. Ia menguhungkan keadaan sekarang dengan istilah crisis and oppotunity dan kemudian ia mengutip perkataan Winston Curchil yang mengatakan “Never let a good crisis go to waste” karena pada masa krisis ini, banyak orang beranggapan hal itu merupakan suatu batu sandungan, tetapi disudut lainnya pasti ada kesempatan baru yang muncul.

Kemudian untuk pemaparan materi terakhir, yang dibawakan oleh pak Erik dengan konsep diskusi interaktif sehingga membuat seminar lebih menarik. Dalam diskusinya, ia memberikan penjelasan dengan lengkap mengenai startup, business model, alternative, dan akses pembiayaan hingga venture capital. Pemaparan materi yang ia sampaikan tersaji dalam bentuk skema secara bertahap, sehingga membuat peserta yang masih awam dalam dunia bisnis dan startup dapat mengerti dengan baik.

Acara yang ditutup dengan sesi tanya jawab dan pengumuman pemenang kompetisi Inovasi Digital 2020, memberikan banyak pengetahuan dan manfaat bagi para pesertanya untuk dapat memulai suatu bisnis dengan persiapan dan perencanaan yang matang. Selain itu, peserta juga akan disadarkan untuk lebih memiliki pemikiran yang inovatif serta kreatif dengan memanfaatkan suatu keadaan yang tidak mungkin menjadi suatu kesempatan yang bernilai besar. Sehingga di kemudian hari dapat mengimplementasikannya dengan aksi yang nyata.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment