Hits: 3

Dhea Chintya

Pijar, Medan. Mahasiswa Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Stambuk 2026 mengunggah sertifikat adopsi seekor orang utan bernama Iqo. Melalui program Borneo Orang Utan Survival (BOS) Foundation, seluruh mahasiswa satu angkatan tersebut sepakat mengadopsi Iqo selama enam bulan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian satwa liar. Sertifikat adopsi diunggah melalui akun instagram @26agribisnis pada (22/10/2026).

BOS Foundation merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam upaya konservasi orang utan Kalimantan dan habitatnya. Lembaga ini menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran orang utan. Melalui program adopsi, masyarakat dapat turut mendukung kebutuhan perawatan orang utan yang berada dalam pengawasan lembaga tersebut.

Inisiatif ini bermula ketika Dhini Silalahi, salah seorang mahasiswa yang menggerakkan kegiatan tersebut, menemukan informasi mengenai program adopsi melalui TikTok. Ia kemudian mengajak teman-teman satu angkatannya untuk ikut berkontribusi. Ajakan tersebut disambut baik hingga seluruh mahasiswa sepakat mengumpulkan dana bersama.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan membantu pelestarian orang utan,” ungkapnya.

Pemilihan Iqo dilakukan melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh mahasiswa. Dari 12 orang utan yang ditawarkan, Iqo dan Taymur memperoleh suara terbanyak. Sebelum voting, Dhini membagikan deskripsi kepribadian masing-masing orang utan sebagai bahan pertimbangan.

Iqo akhirnya terpilih karena dinilai memiliki kepribadian yang sesuai dengan karakter angkatan mereka. Dalam deskripsinya, Iqo digambarkan sebagai orang utan yang baik hati, lembut, suka berpetualang, serta dekat dengan sahabatnya, Rumba. Penentuan durasi adopsi juga dilakukan melalui voting, dengan periode enam bulan sebagai pilihan terbanyak.

Selama masa adopsi, mereka memperoleh sertifikat, foto, cerita mengenai Iqo, serta pembaruan aktivitasnya dari BOS Foundation. Informasi tersebut diterima Dhini dan kemudian diteruskan kepada seluruh mahasiswa satu angkatan. Meski belum membahas perpanjangan secara resmi, mereka memiliki keinginan untuk melanjutkan adopsi tersebut.

Dhini berharap Iqo mendapatkan perawatan terbaik hingga dapat kembali ke habitat aslinya.

“Harapannya, Iqo bisa terus mendapatkan perawatan yang baik sampai nantinya dapat kembali ke habitat aslinya. Semoga semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk ikut menjaga kelestarian alam Indonesia agar kekayaan alam kita tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment