Hits: 86

Tahara Amelia Pratiwi

Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) resmi membuka program Plug and Play. Program ini merupakan kolaborasi antara lingkup akademis universitas dengan dunia kerja. Melalui program ini, USU mencoba menjalin kerja sama dengan perusahaan mitra dan alumni yang dapat membantu menjembatani ilmu yang didapat di bangku kuliah, untuk bisa diaplikasikan langsung di lapangan kerja. Peresmian ini berlangsung pada Selasa (9/9/2025).

Program Plug and Play memiliki perbedaan dengan program magang lainnya. Pada program magang merdeka, mahasiswa ditujukan untuk bekerja di perusahaan sesuai jadwal perusahaan, dan tidak mengikuti perkuliahan. Berbeda dengan program Plug and Play, mahasiswa tidak bekerja di perusahaan secara penuh karena tetap mengikuti perkuliahan sesuai jadwal.

Ikhsan Siregar, selaku Direktur Direktorat Pengembangan Pendidikan USU, menyatakan bahwa program ini akan menempatkan mahasiswa di perusahaan yang relevan, berbeda dengan program-program sebelumnya.

“Kalau mahasiswa mengikuti magang merdeka dari kementerian, tidak semua bidang yang tersedia di perusahaan mitra magang merdeka sesuai dengan jurusan mahasiswa. Tetapi, di program Plug and Play ini, universitas benar-benar menempatkan mahasiswa dengan bidang yang sesuai program studinya di sebuah perusahaan,” ungkapnya.

Program Plug and Play juga terdapat beberapa metode, salah satunya adalah metode mentoring. Metode ini merupakan metode bekerja yang diawasi langsung oleh alumni USU sebagai mentor perusahaan yang siap untuk berkomitmen membantu, serta membimbing para mahasiswa USU di dunia kerja.

Sebanyak 347 mahasiswa dari 9 program studi telah mengikuti batch pertama program ini. Mulai dari program studi S-1 Teknik Mesin, S1 Agroteknologi, S-1 Sastra Inggris, S-1 Sastra Arab, S-1 Bahasa Mandarin, S-1 Sastra Melayu, dan D-3 Metrologi dan Instrumentasi. Pada batch ini, USU bekerja sama dengan 162 orang alumni dari USU sebagai mentor yang tersebar di 38 perusahaan mitra USU di Kota Medan.

Pada program ini, mahasiswa tidak rutin bekerja setiap hari, karena mahasiswa yang mengikuti program ini tidak sepenuhnya melakukan konversi nilai. Mahasiswa hanya bekerja di perusahaan selama dua sampai tiga kali dalam seminggu, dan sisanya tetap mengikuti perkuliahan seperti biasa.

Nantinya, dosen dan program studi masing-masing akan berkoordinasi dengan mentor dan perusahaan tempat mahasiswa mengikuti program, guna mengetahui seberapa jauh mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang didapatkan di dalam kelas ke dunia kerja.

Ikhsan menambahkan bahwa keberlanjutan program ini akan tetap dipantau dan dievaluasi ke depannya.

“Untuk saat ini, belum semua program studi terlibat pada program ini. Kami akan memantau dulu kali pertama dari program ini, yang nantinya akan kami evaluasi dan tingkatkan keberlanjutan program ini, serta mengajak mahasiswa lain yang belum berkesempatan magang, untuk dapat mengikuti program ini agar mendapatkan pengalaman di dunia kerja,” tegasnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment