Hits: 16
Marshella Febriyanti Hutabarat
Pijar, Medan. Akun Instagram Program Studi Sastra Melayu Universitas Sumatera Utara (USU), @sastramelayu_usu, kini menghadirkan beragam konten yang memadukan informasi akademik dengan penyampaian yang mengikuti tren di media sosial saat ini. Perubahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan program studi (prodi) kepada masyarakat dan menarik minat calon mahasiswa baru.
Ketua Program Studi Sastra Melayu USU, Arie Azhari Nasution, mengatakan bahwa perubahan tersebut dilatarbelakangi oleh perkembangan zaman. Menurutnya, meningkatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari mendorong prodi untuk turut memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi.
“Semua orang sekarang sudah pindah ke media sosial sebagai bagian dari lifestyle. Jadi, kita pun bersosialisasi di media sosial dengan gencar. Khususnya karena program studi ini juga program studi satu-satunya yang ada di Indonesia. Pastinya sangat banyak orang yang belum tahu program studi ini,” ujar Arie.
Selain menyampaikan informasi akademik, konten Instagram juga diarahkan untuk memperkenalkan keunikan prodi dan mendorong ketertarikan siswa untuk melanjutkan pendidikan di Sastra Melayu USU. Upaya promosi melalui media sosial ini turut didorong untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Pada tahun mendatang, Program Studi Sastra Melayu USU menargetkan penerimaan sekitar 50 mahasiswa.
Pengelolaan konten dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa, alumni, dan dosen. Mahasiswa terlibat dalam pengembangan ide serta produksi konten, sementara dosen turut memberikan masukan dan melakukan peninjauan sebelum konten dipublikasikan.
“Kita kolaborasi. Saya ngecek finalnya. Kemudian, untuk konten dan ide itu oleh mahasiswa. Lalu, dibantu juga dengan dosen yang lain untuk isi-isi kontennya. Ide-ide kontennya itu kita juga dibantu, dan yang mengeksekusi itu kebetulan saat ini dibantu alumni,” tuturnya.
Perubahan tersebut mendapat tanggapan positif. Dina Aulia Maharani, mahasiswa Sastra Melayu USU stambuk 2026, menilai bahwa penyampaian informasi yang lebih kasual membuat akun Instagram prodi terasa lebih menarik dan dekat dengan kehidupan mahasiswa.
“Menurut saya, konten Instagram Sastra Melayu sekarang lebih menarik karena tidak hanya berisi informasi formal, tetapi juga mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial. Menurut saya, ini bagus karena Sastra Melayu jadi bisa diperkenalkan dengan cara yang lebih santai dan tidak terkesan kaku,” ungkap Dina.
Melalui pengembangan konten digital tersebut, prodi Sastra Melayu USU berharap dapat meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap program studi, memberikan edukasi, dan bisa menarik banyak mahasiswa baru di tahun berikutnya.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

