Kita Satu dalam Banyaknya Keberagaman

Sumber foto: Instagram @genre_indonesia.

Evan Sianturi / Jenni Sihombing

Pijar, Medan. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia merupakan negara yang didalamnya punya banyak perbedaan, mulai dari suku, budaya, ras, agama, bahasa daerah, sampai pada warna kulit penduduk Indonesia. Banyaknya perbedaan ini terkadang sulit diterima dan bahkan bisa menimbulkan sikap diskriminatif terhadap suatu golongan.

Menyikapi apa yang terjadi, sebuah forum pemuda yang bernama Generasi Berencana (GenRe Indonesia) hadir dengan mengadakan sebuah webinar dengan tema “In Diversity We Are One: Genre Dalam Perspektif 4 Pilar Kebangsaan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 November 2020 melalui platform Zoom meeting pukul 13.30–15.00 WIB. Pelaksanaan webinar ini sendiri merupakan salah satu rangkaian acara pemilihan duta GenRe tingkat Nasional yang dinamakan dengan webinar challenge.

Kegiatan ini mengundang tiga orang narasumber yang sudah mengambil peran terlebih dahulu dalam bidang kepemudaaan. Narasumber pertama ada Sari Tjakrawiralaksana, salah satu Program Coordinator dari Yayasan Bina Nusantara AFS Indoneisa. Kemudian ada Annisa Salsabila yang merupakan Runner Up I Duta GenRe Putri Jalur Masyarakat Tingkat Nassional Tahun 2018 dan pernah menjadi juara pertama dalam debat Konstitusi Mahasiswa tingkat Nasional Piala Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2019.  Narasumber ketiga ada Fandy Matondang, selaku Ketua Forum GenRe Sumatera Utara Tahun 2019-2020, runnner up II Duta GenRe Indonesia 2018, best sosial media inspirator duta GenRe Indonesia 2018.

Pemaparan materi oleh Sari Tjakrawiralaksana dalam kegiatan webinar in diversity we are one : genre dalam perspektif empat pilar kebangsaan. (Sumber foto: dokumentasi panitia)

Kegiatan webinar dibuka dengan kata sambutan dari Razez Manggala selaku moderator dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Sari Tjakrawiralaksana. Sari menjelaskan mengenai apa itu diversity. “Diversity yang artinya keberagaman mencakup banyak hal, yaitu bagaimana kita bersikap, tentu kita harus menerima hal-hal yang berbeda baik itu agama, budaya, ras, daerah asal, warna kulit, termasuk teman-teman kita yang memiliki disabilitas, kita harus menerima semua itu,” tutur Sari.

Saat kita memandang sebuah culture atau budaya, hal itu sama seperti sebuah bongkahan es batu besar yang ada di lautan. “Yang kita lihat hanya seperti pucuk gunung es saja, namun kita lupa bahwa di bawah pucuk gunung es itu masih ada badan gunung es yang jauh lebih besar. Hal tersebut sama hal-nya dengan kita melihat sebuah budaya. Selama nilai-nilai yang di bawah masih bisa dipertahankan, belum tentu nilai yang di atas itu jelek,” tambah Sari menjelaskan.

Pada sesi selanjutnya Annisa menjelaskan bahwa kita harus sadar akan keberagaman dan dapat mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa kita. “Sebagai generasi berencana, kita harus bisa dan siap merespon isu-isu pemerintahan yang terjadi di masyarakat dan menjadi penggerak yang menjadi solusi agar tidak terjadinya konflik yang ada,” ucapnya.

Generasi Berencana (GenRe) jika diperhatikan dari perspektif empat pilar kebangsaan, turut berperan membawa remaja ke-arah yang lebih positif atau menjadi harapan masa depan bangsa. Dari penjelasan Fandi, ia mengatakan bahwa salah satu tujuan dari adanya program GenRe adalah agar kita menghargai perbedaan satu sama lain. “Sebab tempat kita dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh perbedaan itulah Indonesia,” tegas Fandi.

Kurangnya perhatian terhadap sesama dan kurangnya pengenalan terhadap budaya sendiri menjadi latar belakang terjadinya degradasi moral. Oleh sebab itu, GenRe hadir sebagai salah satu solusi yang akan memperkenalkan budaya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia.

“Remaja itu harus punya tujuan, remaja itu harus punya kemauan yang kuat. Jadi, jangan pernah berhenti berkarya dan ingat jadilah generasi berencana karena tidak ada jilid ke-2,” tutupnya mengakhiri.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *