Hits: 8

Tasya Hapsari

Pijar, Medan. Setiap tanggal 25 Oktober diperingati sebagai Hari Seniman Internasional yang menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi seniman dalam memperkaya kehidupan dan kebudayaan masyarakat.

Peringatan ini pertama kali diusulkan oleh pelukis asal Kanada, Chris MacClure, pada tahun 2004. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Pablo Picasso, seorang revolusioner di dunia seni modern terbesar pada abad ke-20 asal Spanyol yang lahir pada 25 Oktober 1881.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan tren hiburan, seni tetap memiliki ruang untuk berkembang melalui berbagai cara. Di Kota Medan, aktivitas seni dapat dijumpai melalui penampilan musik, seperti di kawasan Car Free Day (CFD) atau kegiatan komunitas yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas. Salah satunya adalah Gambar Bareng Medan (GBM) Society, komunitas yang mempertemukan para pencinta seni gambar untuk berkarya.

GBM Society sendiri berawal dari pertemuan dua orang melalui konten menggambar di media sosial. Seiring bertambahnya peminat, mereka membentuk grup komunikasi hingga berkembang menjadi komunitas.

lukisan
Karya seni lukisan empat mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU
(Fotografer: Tasya Hapsari)

 

Syifa Aulia Rizka selaku cofounder dan digital artist di GBM Society, menjelaskan bahwa komunitas ini hadir sebagai wadah bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas, sehingga anggota di dalamnya dapat berbagi ide, saling mendukung, dan berekspresi melalui karya tanpa takut dihakimi.

“Tujuan utama kita adalah menjadi wadah yang dapat menampung anak-anak muda kreatif, termasuk saya yang ingin bebas berekspresi melalui karya tanpa takut di-judge, atau merasa terasingkan, dan tetap semangat berkarya apapun tantangannya dan bagaimanapun hasilnya,” ungkap Syifa.

Peringatan Hari Seniman Internasional menjadi momentum untuk mendorong pegiat seni tetap konsisten berkarya tanpa bergantung pada kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI). Syifa berharap masyarakat lebih menghargai karya buatan manusia serta Pemerintah Kota Medan terus mendukung komunitas seni dan melibatkan seniman lokal dalam pembuatan karya seni atau desain grafis.

“Harapan kami, masyarakat dapat lebih banyak mengapresiasi karya seni dan desain buatan manusia karena dapat meningkatkan taste atau kepekaan kreativitas. Kami juga berharap Pemerintah Kota Medan terus mendukung komunitas seni, termasuk GBM Society, serta melibatkan seniman lokal dan anak muda kreatif dalam pembuatan karya seni maupun desain grafis,” tegasnya.

Dukungan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan seni sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas lokal agar terus berkembang di era sekarang yang serba digital.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment