Hits: 4

Sri Muliana

Pijar, Medan. Hari Listrik Nasional diperingati setiap 27 Oktober. Pada 2026, peringatan ini memasuki tahun ke-81. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk melihat peran pasokan listrik dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Mengutip laman rri.co.id, Hari Listrik Nasional ke-81 mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya pemerataan akses listrik dan penguatan kemandirian energi nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hari Listrik Nasional berkaitan dengan pembentukan Jawatan Listrik dan Gas (JLG) pada 27 Oktober 1945. Lembaga tersebut berada di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak sejarah pengelolaan ketenagalistrikan oleh pemerintah Indonesia.

Dikutip dari laman Kementerian ESDM yakni esdm.go.id, pasokan listrik dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan belajar dan bekerja hingga menjalankan usaha. Pentingnya ketersediaan listrik bagi rumah tangga dan berbagai sektor juga pernah disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sambutannya pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 2 Labuan Unit 1 dan PLTU Labuhan Angin.

“Semua memerlukan listrik, rumah tangga, instansi-instansi pemerintah, perkantoran dan industri memerlukan listrik, artinya untuk kehidupan masyarakat agar lebih baik dan ekonomi yang sedang tumbuh ketersediaan pasokan listrik menjadi sangat penting,” ujarnya.

Pentingnya listrik dalam aktivitas sehari-hari juga dirasakan mahasiswa, Putri Panduwinata. Ia mengatakan, ketiadaan listrik dapat menghambat aktivitasnya, termasuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan dan mengakses jaringan untuk berkomunikasi.

“Menurut saya, listrik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena tanpa listrik, aktivitas yang biasa saya lakukan bisa terhambat. Misalnya, saat ada jadwal perkuliahan, saya akan kesulitan mempersiapkan diri jika tidak ada listrik. Selain itu, ketiadaan listrik juga bisa menyulitkan akses sinyal untuk berkomunikasi,” ucapnya.

Layanan Kelistrikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyampaikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan melalui layanan yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, dan pemanfaatan teknologi.

“Hari Listrik Nasional ke-81 adalah momen syukur dan refleksi bahwa listrik telah menjadi penggerak kemajuan bangsa. Berkat kerja keras insan kelistrikan yang menjaga pasokan tanpa kenal waktu dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” ungkapnya.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment