Hits: 20
Pijar, Medan. Dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen-dosen Ilmu Komunikasi USU mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang literasi media. Pengabdian diinisiasi oleh Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A, Dra. Mazdalifah, M.Si., Ph.D dan Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si. Akan ada lima sekolah di Kota Medan yang dilibatkan yaitu SMA N 1 Medan, SMA N 2 Medan, SMA Harapan Mandiri, SMA Harapan 3 dan SMK Bimsa Medan dalam acara yang bertajuk, “Pelatihan Melek Media Bagi Siswa SLTA di Kota Medan.”
Bentuk kegiatan pengabdian yang dijalankan meliputi focus group discussion (FGD) dan juga pelatihan melek media. Program pengabdian ini sudah dimulai sejak Mei lalu dan akan berakhir pada Oktober mendatang. Sedangkan kegiatan FGD dan pelatihannya sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 4, 10, dan 11 Juli lalu bertempat di ruang sidang FISIP USU.
FGD ini melibatkan 30 orang siswa yang aktif dalam menjabarkan perilaku konsumsi media sosial mereka. Dari informasi yang dikumpulkan, telah didapati bahwa tingkat konsumsi media sosial siswa-siswi SLTA di kota Medan tergolong sangat tinggi. Mereka sanggup menghabiskan waktu minimal enam jam dalam satu hari bersama media sosial. Hampir seluruhnya menggunakan media sosial untuk tujuan hiburan dan komunikasi.
Berbekal informasi yang dikumpulkan dalam FGD, pelatihan melek media dilakukan untuk memberi pengarahan pada siswa mengenai perilaku bersosial media yang baik. Pelatihan ini diikuti 42 orang siswa dan siswi dari lima sekolah yang disebut sebelumnya. Intensitas yang tinggi dalam mengakses media sosial menjadi satu kekhawatiran tersendiri akan kemampuan remaja membedakan baik dan buruk dari media sosial. Dengan segala ragam konten yang ada di media sosial, lewat pelatihan ini diharapkan siswa dan siswi dapat memilah konten apa yang baik bagi mereka. Selain itu siswa juga diajak membuat konten yang baik dalam sosial media mereka.

Bukan hanya sebagai media hiburan dan komunikasi, diharapkan media sosial menjadi wadah kreativitas remaja untuk mengembangkan diri. Dalam pelatihan, setiap pelajar tidak hanya diberikan materi mengenai media dan kemampuan melek media, namun mereka juga diajak berdiskusi terkait konten yang sudah ada di media sosial.
“Kegiatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi generasi muda tentang internet khususnya tentang pengaruh buruk dari internet. Diharapkan siswa siswi yang terlibat memiliki keterampilan dalam mengemas pesan yang menariik dan positif di internet khususnya media sosial, sehingga mereka dapat terhindar dari sasaran trafficking dan cyberbullying. Kegiatan ini juga diharapkan akan dapat menghasilkan generasi muda, khususnya siswa SLTA di Kota Medan, yang memiliki pengetahuan tentang pengaruh yang baik dan buruk dari internet. Adanya FGD, diskusi dan pelatihan akan mengasah keterampilan siswa SLTA di Kota Medan dalam memilah konten-konten yang ada di internet, terutama konten negatif. Selain itu pelatihan yang diberikan ini akan membuat siswa SLTA di Kota Medan mampu mengemas pesan yang menarik dan positif di media sosial,” kata Fatma Wardy Lubis selaku Ketua Pengabdian.
Ilmu Komunikasi menjadi program studi yang tidak dapat lepas dari bahasan media. Maka sudah menjadi kewajiban orang-orang di dalamnya untuk memberikan pengertian dan pemahaman yang lebih baik mengenai media kepada masyarakat luas. Siswa SLTA merupakan kelompok pengguna aktif media sosial menjadikannya kelompok yang tepat untuk dilibatkan dalam pelatihan melek media.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diadakan oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU. Program ditujukan kepada dosen-dosen USU untuk mengaplikasikan bidang ilmunya kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan Dosen dan Alumni Ilmu Komunikasi USU sebagai penyampai materi pada FGD dan pelatihan bagi siswa dan siswi.
(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

