Hits: 22

Ruth Syahputri Situmorang

Pijar, Medan. Juan Putra Hamdani Daulay, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2024, tidak hanya menjalani aktivitas perkuliahan sebagai mahasiswa. Di tengah aktivitasnya, ia tetap mempertahankan kecintaannya terhadap sepak bola yang telah ditekuni sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Konsistensi tersebut, membawa dirinya menjadi bagian dari tim USU dalam ajang 25th Indonesia, Malaysia, Thailand, Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival 2026. Pada ajang tersebut, ia meraih posisi juara kedua pada cabang sepak bola mini (mini soccer).

Ketertarikan Juan terhadap sepak bola telah tumbuh sejak kelas 3 SD. Memasuki kelas 1 di bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia mulai menekuni olahraga tersebut dengan lebih serius atas kemauan sendiri dan besarnya kegemaran terhadap sepak bola. Juan mengawali perjalanannya saat bersekolah di SMP Negeri 27 Medan.

Ia kemudian mengikuti pembinaan melalui Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara (Disporasu) selama dua bulan, serta bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Sampali selama sekitar dua tahun hingga kelas 8.

Saat duduk di kelas 9, Juan pindah ke SMP Negeri 2 Purwanegara untuk melanjutkan pembinaan melalui Diklat Sepak Bola Merden Indonesia. Ketika melangkah ke Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI Purwareja Klampok, Juan tetap mengikuti diklat tersebut untuk mengembangkan kemampuannya.

Sejak SMP hingga sekarang, Juan telah mengikuti lebih dari 30 kompetisi, termasuk berbagai kompetisi resmi yang berkaitan dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pengalamannya tidak hanya berlangsung di satu daerah. Ia beberapa kali mengikuti pertandingan dengan membawa nama provinsi, seperti Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.

Berbagai pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk pengalaman Juan sebagai pemain, sekaligus mengajarkannya untuk beradaptasi dengan situasi pertandingan yang berbeda.

Kesempatan untuk kembali bertanding di tingkat internasional, datang ketika seorang teman menawarinya mengikuti seleksi tim USU untuk IMT-GT Varsity Carnival 2026. Seleksi dilakukan secara tertutup dan diikuti 30 mahasiswa dari berbagai fakultas di USU. Dari proses tersebut, 12 mahasiswa terpilih untuk mewakili tim dari USU.

Pertandingan yang berlangsung di Universitas Negeri Padang itu mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

Bagi Juan, persiapan menuju kompetisi tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Selama sekitar satu hingga dua bulan, tim menjalani latihan rutin dua kali dalam seminggu sekaligus menyusun strategi permainan.

Namun, tantangan muncul ketika rapat teknis (technical meeting). Tim yang sebelumnya berlatih dengan format tujuh lawan tujuh, baru mengetahui bahwa pertandingan menggunakan format enam lawan enam. Menurut Juan hal ini juga salah satu penyebab kalahnya tim dari USU di babak awal pertandingan.

Perubahan tersebut membuat mereka harus menyesuaikan taktik baru dalam waktu yang cukup singkat.  Perjalanan tim USU pun tidak langsung berjalan mulus. Meski harus kalah di babak awal dan terakhir, tim USU berhasil membawa pulang medali perak sebagai juara kedua.

Selain menjadi pencapaian, kompetisi tersebut memberikan pengalaman baru bagi Juan karena untuk pertama kalinya ia bertanding dalam cabang olahraga mini soccer. Ia juga bertemu dengan teman-teman baru sejak proses seleksi hingga pertandingan berakhir.

Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu hal penting yang membantu tim melewati berbagai situasi selama kompetisi.

“Karena dalam permainan ini butuh kerja sama yang sangat bagus, bukan hanya di dalam lapangan, melainkan juga di luar lapangan,” ujar Juan.

Di luar lapangan, Juan tetap harus membagi waktunya sebagai mahasiswa. Aktivitas perkuliahan berlangsung dari pagi hingga sore, sedangkan waktu bermain sepak bola lebih sering dilakukan pada malam hari. Ketika tidak memiliki jadwal latihan, ia juga menyempatkan diri bermain futsal bersama teman-temannya untuk menjaga kondisi fisik dan performa.

“Memang harus pintar membagi waktu antara kuliah dan sepak bola, karena keduanya sama-sama penting,” ujar Juan.

Baginya, menjalani kuliah sekaligus mempertahankan aktivitas sepak bola membutuhkan kedisiplinan dalam mengatur waktu. Sepak bola juga menjadi ruang bagi Juan untuk belajar tentang disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.

Setelah pencapaian di IMT-GT Varsity Carnival 2026, ia ingin tetap memprioritaskan pendidikan dengan menyelesaikan kuliah tepat waktu. Di sisi lain, ia masih menyimpan target untuk dapat mengikuti kompetisi liga sepak bola di Indonesia.

“Berjuang dan terus berjuang,” menjadi kalimat yang ia pegang untuk menggambarkan perjalanan sekaligus langkahnya ke depan.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment