Hits: 7
Cintya Novi Yanti
Pijar, Medan. Lomba Sihir kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Di Seberang” yang dirilis pada 15 Juli 2026 melalui label Sun Eater. Lagu ini menjadi salah satu single baru dalam album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, edisi perpanjangan dari album kedua mereka.
Album deluxe ini resmi dirilis pada 4 September 2026 dengan tambahan lima lagu baru. Dengan demikian, album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi berisi 21 lagu, terdiri atas 16 lagu dari album tersebut dan lima single tambahan. “Di Seberang” ditulis secara kolektif oleh lima personel Lomba Sihir, yaitu Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra. Dalam proses produksinya, mereka juga menggandeng Rishanda Singgih sebagai bas tamu.
Lagu ini diproduseri oleh Lomba Sihir dengan permainan gitar berdistorsi dan karakter alternative rock yang lebih keras dibandingkan sejumlah lagu mereka sebelumnya. Dalam kutipan creativedisc.com, menyebutkan bahwa warna musik ini memberikan nuansa berbeda dalam karya terbaru Lomba Sihir.
Dari segi liriknya, “Di Seberang” membicarakan tentang kehilangan dan pertanyaan mengenai bagaimana seseorang melanjutkan hidup setelah ditinggalkan orang yang dicintai. Lagu ini tidak hanya berfokus pada kematian, tetapi juga pada ruang kosong dan proses menerima kenyataan setelah kehilangan yang tergambar melalui lirik berikut.
Pertanyaan, pencarian, kecil-kecil ini, kadang menggelitik
Jika nanti ku tak ada, janjikan diriku bahwa kau kan belajar
Menyeberang jalan sendirian, mengemudikan kendaraan
Pasang rem di belanja pakaian, ingat diriku di kesunyian
Potongan tersebut menunjukkan bahwa rasa cinta tidak selalu disampaikan melalui ungkapan romantis. Perasaan itu juga hadir melalui kekhawatiran terhadap hal-hal kecil yang mungkin harus dilakukan pasangan seorang diri. Pertanyaan mengenai siapa yang akan pergi lebih dulu juga menjadi bagian penting dalam lagu ini.
Siapa yang lebih dulu? Aku atau kamu?
Apa yang kau bilang saat kembali bertemu?
Dilansir dari gigsplay.com, gagasan lagu ini berangkat dari percakapan mengenai kehidupan setelah kehilangan. Enrico Octaviano mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul dari pembicaraan dalam rumah tangganya mengenai kemungkinan apabila salah satu dari mereka meninggal lebih dulu.
Baskara Putra juga menambahkan bahwa proses pengerjaan lagu dilakukan secara bersama-sama. Setelah menentukan topik, para personel mengembangkan komposisi, ide vokal, dan lirik berdasarkan cerita yang sebelumnya dibicarakan oleh Enrico. Pengalaman personal tersebut kemudian diolah menjadi karya yang dapat dirasakan oleh pendengar.
Perpaduan tema kehilangan dengan musik alternative rock yang lebih keras, mengingatkan pada nuansa rock dalam album perdana mereka, Selamat Datang di Ujung Dunia pada tahun 2021. Perpaduan antara musik yang bising dan lirik reflektif menciptakan kontras yang kuat.
Bagian lain dari lirik menegaskan bahwa hubungan tidak berakhir begitu saja meskipun seseorang telah tiada. Lirik ini diperkuat oleh gagasan bahwa “Di Seberang” bukan hanya lagu tentang kematian, melainkan juga tentang cinta, kehilangan, dan keberanian untuk tetap menjalani kehidupan.
Kita tahu cinta ini tembus ruang dan waktu
Di sepanjang langkahmu walau raga tak di situ
Jika kamu percaya maka ku juga
Jika aku tak ada, tak apa
Melalui “Di Seberang”, Lomba Sihir tidak sekadar menutup cerita tentang kehilangan, tetapi juga membuka ruang bagi pendengar untuk memaknai kembali arti kehadiran. Lagu ini mengajak pendengar melihat bahwa perpisahan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah hubungan. Dalam ingatan, kebiasaan, dan langkah yang terus dijalani, sosok yang telah pergi tetap dapat hadir dengan cara yang berbeda.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

