Hits: 4
Anggun Natasya Sinambela
Pijar, Medan. Atiqa Zhakira Syahrul merupakan salah satu mahasiswa yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menghadirkan gagasan yang relevan dengan persoalan masyarakat. Mahasiswi Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2023 ini menjadi sorotan, setelah berhasil meraih Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat USU tahun 2026.
Atas capaian prestasi di Pilmapres tingkat USU, menempatkan dirinya sebagai delegasi utama USU untuk berkompetisi di tingkat wilayah hingga nasional.
Prestasi yang diraih oleh Atiqa tidak datang secara instan. Di balik penghargaan tersebut terdapat proses panjang yang dibangun melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kompetisi, organisasi, serta kegiatan pengembangan diri.
Pilmapres sendiri bukan sekadar kompetisi akademik biasa. Dalam proses seleksinya, peserta dinilai berdasarkan capaian unggulan, kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, hingga gagasan kreatif yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan sosial. Pada tingkat universitas tahun 2026, terdapat 17 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di USU dan telah melewati tahapan seleksi berjenjang dari tingkat fakultas.
Berlanjut ke tingkat provinsi, keberhasilan Atiqa semakin menunjukkan kualitasnya ketika ia berhasil meraih Juara III pada ajang Pilmapres Tingkat Wilayah I Sumatera Utara tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Prima Indonesia. Kompetisi tersebut diikuti oleh 69 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, terdiri dari 43 mahasiswa program sarjana dan 26 mahasiswa program diploma. Dari puluhan mahasiswa tersebut, Atiqa berhasil masuk jajaran terbaik dan lolos ke tahap seleksi nasional.
Tidak hanya itu, gagasan yang dibawa Atiqa dalam Pilmapres tidak berfokus pada isu ekonomi semata. Ia mengangkat ide yang menghubungkan persoalan lingkungan dengan pemberdayaan Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Medan.
Topik tersebut merujuk tentang bagaimana mahasiswa ekonomi dapat mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sosial, melalui perspektif yang lebih luas dan berkelanjutan. Gagasan tersebut juga mencerminkan kecenderungan generasi muda saat ini yang semakin menaruh perhatian pada isu keberlanjutan dan dampak sosial.
Selain dikenal melalui Pilmapres, Atiqa juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah dan bisnis. Pada tahun 2025, ia bersama tim lintas Prodi FEB USU berhasil meraih prestasi dalam Lomba Business Plan pada ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) yang diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Dalam kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi menunjukkan kemampuan kolaborasi dalam menyusun gagasan bisnis yang inovatif dan memberikan solusi. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Atiqa tidak hanya mampu unggul secara individu, tetapi juga mampu bekerja dalam tim multidisiplin.
“Saya juga memiliki softskills berupa kemampuan berkomunikasi dan kerja sama tim yang baik, berjiwa kepemimpinan, teliti dalam mengerjakan tugas, serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,” ungkapnya.
Capaian lainnya juga dibuktikan dalam berbagai kompetisi tingkat nasional. Berdasarkan data prestasi mahasiswa FEB USU tahun 2025, Atiqa bersama tim berhasil meraih Juara I Nasional pada ajang Essay Glory Fest Dies Natalis ke-12 Tahun 2025.
Prestasi tersebut menambah daftar pencapaiannya dalam bidang kepenulisan dan pengembangan gagasan ilmiah. Di lingkungan perguruan tinggi, kemampuan menyusun argumentasi, melakukan analisis, dan menawarkan solusi menjadi kompetensi yang semakin penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi lainnya hadir di tingkat internasional melalui ajang International Business Model Canvas (BMC) Competition 2025. Bersama Tim Horas FEB USU, Atiqa berhasil meraih Juara II dalam kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai negara. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-61 Universitas Muhammadiyah Purworejo yang bekerja sama dengan Camarines Norte State College dari Filipina dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pahang Branch dari Malaysia.
Di luar berbagai kompetisi yang diikutinya, Atiqa juga aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia merupakan bagian dari Badan Pengurus Harian (BPH) di Kelompok Studi Ekonomi Islam Forum Studi Ekonomi Islam (KSEI FOSEI) USU, salah satu organisasi mahasiswa yang berfokus pada pengembangan kajian ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan USU.
“Dengan adanya saya mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan, hal tersebut memudahkan saya untuk dapat mengekspresikan diri, menjalin relasi dengan orang baru, serta memngembangkan diri saya. Selain itu juga memberikan saya kemampuan leadership dan teamwork yang baik, [sehingga] yang pastinya dapat saya terapkan untuk memulai karier saya di masa mendatang,” tambahnya.
Di usianya yang masih muda, Atiqa Zhakira Syahrul telah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk memberikan dampak. Melalui prestasi, gagasan, dan konsistensi dalam berbagai kompetisi, ia membuktikan bahwa ruang belajar tidak hanya berada di dalam kelas.
Sosoknya menjadi gambaran generasi muda yang mampu memadukan kemampuan akademik dengan kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Dengan perjalanan yang masih panjang, Atiqa tidak hanya membawa nama baik fakultas maupun universitas. Namun, ia juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

