Hits: 6

Indra Rana Zafira Silaban

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan judul, “Illusion of Reality: Ancaman Kecanggihan Konten Video Artificial Intelligence (AI) di Dunia Digital” yang diikuti oleh 38 siswa kelas 11 IPA 1. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMA Swasta Harapan Mandiri, Medan, yang berlangsung dari pukul 10.30 – 12.30 WIB pada Selasa, (26/5/2026).

Illusion of Reality merupakan kegiatan sosialisasi dalam lingkup Literasi Media Digital (LMD) yang terdiri dari enam anggota pelaksana, yaitu Indra Rana Zafira Silaban, Nadia Sukma Zakira, Alya Cahaya Lista, Zoraya Balqis, Amelia Rachmawati, dan Rafi Akbar Fahrezi. Dalam kegiatan ini, Illusion of Reality mengangkat topik mengenai ancaman konten video AI yang kini sudah semakin canggih.

Melalui pemaparan materi, Illusion of Reality menjelaskan enam sub topik mengenai ancaman konten video AI. Penjelasan dimulai dari pengenalan, jenis-jenis ancaman, dampak, cara mendeteksi, cara melindungi diri di tengah perkembangan AI yang semakin meluas dan canggih, hingga literasi digital serta etika dalam bermedia sosial.

foto bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU dengan SMAS Harapan Mandiri Medan
Sesi pemaparan materi mengenai bahaya kecanggihan dan realistis konten video Al
(Sumber Foto: Dokumentasi pribadi Nadia Sukma Zakira)

 

Pada salah satu sesi, Rafi sebagai salah satu pemateri menerangkan mengenai cara kerja teknologi AI.

“Zaman sekarang, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence atau yang lebih sering disebut dengan AI, sekarang bisa bikin, bisa ngedit, atau bahkan bisa memanipulasi video dengan cara yang dulu itu hanya ada di dalam film fiksi ilmiah. Teknologi ini bekerja dengan belajar dari jutaan video dan foto nyata, lalu menggunakannya untuk membuat konten baru yang tampak sangat nyata,” jelasnya.

Melalui pemaparan materi, siswa menjadi lebih mengetahui secara mendalam terkait literasi digital dan bagaimana kecanggihan teknologi AI bisa menjadi ancaman jika tidak digunakan dengan bijak.

foto bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan SMAS Harapan Mandiri Medan
Sesi interaktif berupa identifikasi video Artificial Intelligence (Al)
(Sumber Foto: Dokumentasi pribadi Nadia Sukma Zakira)

 

Yasmin, salah satu siswa kelas 11 IPA 1 menjabarkan pemahamannya setelah mendengarkan penjelasan dalam sesi pemaparan materi.

“Kita itu harus bijak dalam bersosial media terutama, ya. Karena sekarang kayak yang dibilang [penjelasan materi] tadi, kalau informasi itu sekarang cepat kali tersebar. Kita ngepost foto di IG (Instagram) bahkan kita foto pakai kamera dengan menghadap ke belakang saja udah bisa dideteksi sama orang,” jelasnya.

Illusion of Reality juga mengajak peserta untuk mengidentifikasi konten video AI melalui perbandingan-perbandingan video yang sekilas tampak sama secara visual. Sesi ini menjadi salah satu sarana bagi para siswa dalam menentukan pilihan mereka. Tidak berhenti di situ saja, guna meningkatkan pemahaman siswa mengenai topik terkait, mereka juga mengikuti sesi kuis.

Dengan terlaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa yang merupakan generasi muda menjadi lebih teliti dalam melihat dan bijak dalam menilai sesuatu di dunia digital.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment