Hits: 13

Ghina Raudhatul Jannah

Pijar, Medan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar seremoni Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) bagi calon anggota Korps Sukarela (KSR) PMI di Medan, pada Sabtu (9/5/2026).

Diksar tersebut diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas 13 perempuan dan 9 laki-laki. Seluruh peserta berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan kemanusiaan dan kerelawanan.

foto penyematan peserta
Proses penyematan tanda peserta
(Fotografer: Ghina Raudhatul Jannah)

 

Ketua Panitia Pendidikan KSR PMI, Muhammad Solihul Amri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mencetak relawan yang responsif, berintegritas, serta memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

Menurutnya, Diksar menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter relawan yang tidak hanya sigap dalam bertindak, tetapi juga mampu bekerja secara disiplin dan profesional saat menghadapi situasi darurat.

“Yang kita targetkan adalah lahirnya regenerasi relawan PMI yang responsif dan berintegritas, serta mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat pada berbagai situasi darurat maupun kebencanaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama pelatihan, para peserta akan dibekali berbagai materi dasar kepalangmerahan, seperti pertolongan pertama, penanganan korban bencana, evakuasi darurat, hingga edukasi kesehatan masyarakat. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembinaan terkait kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan pembentukan mental relawan.

“Relawan PMI harus siap hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan. Karena itu, kami ingin membentuk relawan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kepedulian sosial yang tinggi,” tuturnya.

Salah satu peserta, Annisa Zhafira, mengatakan ketertarikannya bergabung dengan PMI berawal dari rasa empati terhadap sesama, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, edukasi mengenai pertolongan pertama masih sangat dibutuhkan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami penanganan awal ketika terjadi kecelakaan dan kondisi darurat lainnya.

“Saya ingin menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Melalui kegiatan ini, saya berharap bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan. Saya juga ingin memiliki kemampuan pertolongan pertama agar nantinya dapat memberikan bantuan yang cepat dan tepat kepada orang-orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Di akhir kegiatan, Solihul berharap seluruh peserta yang telah mengikuti Diksar mampu menjadi relawan yang aktif, disiplin, dan siap hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat. Ia juga mengingatkan agar para peserta selalu menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta membawa nama baik PMI di tengah masyarakat.

“Harapan kami, para peserta nantinya benar-benar menjadi relawan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, dan terus menjaga semangat kemanusiaan dalam setiap tindakan,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment