Hits: 4
Tasya Hapsari
Pijar, Medan. Kota Medan memang tidak pernah kehabisan tempat untuk menikmati waktu senggang. Di tengah ramainya pilihan kafe, Qinara Coffee House hadir sebagai salah satu tempat (spot) nongkrong yang menawarkan suasana hangat dan tenang, serta jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Kafe ini cocok menjadi tempat favorit anak muda, mahasiswa, hingga pekerja lepas yang mencari ruang nyaman untuk beristirahat atau sekadar menikmati kopi.
Qinara Coffee House pertama kali berdiri pada Kamis, 24 Maret 2022 di Perumahan Tasbih, Setia Budi. Nama “Qinara” berasal dari dua bahasa, yaitu Yunani dan Persia. Dalam bahasa Yunani, Qinara berarti “bunga mawar yang berduri” dan dalam bahasa Persia berarti “anak yang akan menjadi ratu”. Cafe ini sendiri lebih memilih makna Qinara dari bahasa Persia, dengan memanggil para pengunjung dengan sebutan tuan dan puan serta #TemanQinara di akun Instagram pribadi mereka, yaitu @qinara.ch.
Pada 31 Januari 2025, Qinara Coffee House pindah ke tempat baru mereka setelah sempat pamit undur diri pada 1 Maret 2024, tepatnya di Sei Batu Gingging 30, Medan. Melalui rumah kecil mereka, kafe ini kembali dengan konsepnya yang sederhana, tetapi tetap berkarakter. Walaupun tidak luas, ruang dalamnya memiliki kekuatan suasana dan pencahayaan hangat, interior minimalis, serta alunan musik yang lembut, sehingga menciptakan pengalaman nongkrong yang lebih intim dan personal.

(Fotografer: Tasya Hapsari)
Salah satu daya tarik utama kafe ini terletak pada menu kopi dan minuman yang ditawarkan. Beberapa minuman andalan (signature) di sini memiliki nama yang cukup unik, seperti Qins, Nana, Helena, Roselyn, Larasati, hingga Sofyan (OG). Harga dari menu-menu di sini relatif terjangkau, berkisar antara Rp18.000 hingga Rp35.000, membuat Qinara Coffe House menjadi tempat yang direkomendasikan karena harga menunya semakin ramah di kantong, terutama bagi kalangan mahasiswa.
Kafe ini juga menjual ice cream, brownies, hingga snack-snack ringan. Walaupun tidak menjual makanan berat, para pengunjung diperbolehkan untuk memesan makanan berat dari luar. Selain itu, tempatnya yang sangat minimalis tetap dapat menjadi spot foto yang estetik dan instagramable.

(Fotografer: Tasya Hapsari)
Menjelang malam, suasana kafe berubah menjadi lebih hidup, lampu-lampu mulai terasa lebih hangat. Walaupun memiliki tempat parkir yang sempit, saat malam hari, kursi-kursi dapat terisi penuh, bahkan sampai ke halaman dekat pinggir jalan. Namun, di tengah keramaian itu, Qinara Coffee House tetap mempertahankan nuansa nyaman yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Tidak heran, kafe ini juga kerap menjadi tempat lahirnya berbagai cerita, mulai dari obrolan ringan antar teman, diskusi serius, hingga pertemuan pertama yang canggung, tetapi tetap berkesan. Di balik setiap meja, selalu ada cerita yang diam-diam tercipta, termasuk topik pembicaraan mengenai olahraga seperti lari, bersepeda, ataupun padel yang juga digencarkan di kafe ini melalui akun Instagram. Seolah ingin bersama dengan para pengunjung menjalankan life balance, antara hidup sehat dan tetap menikmati enaknya kopi.
Lebih dari sekadar tempat minum kopi, Qinara Coffee House menjadi ruang pelarian kecil dari rutinitas sehari-hari. Jadi, jika kamu mencari tempat nongkrong di Medan yang tidak hanya estetik, tetapi juga punya suasana yang “hidup”, Qinara bisa jadi jawabannya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

