Hits: 47
Kristhin Ruthmawati Hulu
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mengoperasikan Bus Lintas USU (Linus) tambahan berwarna abu-abu, demi kelancaran mobilitas mahasiswa. Meski baru terlihat rutin belakangan ini, bus Linus ini sudah menjadi aset kampus sejak 2013.
Indra, salah satu supir Linus, menjelaskan bahwa bus abu-abu merupakan unit cadangan saat bus utama mengalami kendala.
“[Bus Linus abu-abu] hanya [digunakan sebagai] cadangan. Kita tetap mengutamakan bus putih. Namun, kalau bus putih rusak atau sedang diperbaiki AC-nya, baru bus ini kita jalankan,” ungkapnya.
Indra juga menjelaskan, bahwa rute yang dilewati bus Linus abu-abu sama dengan jalur yang biasanya digunakan oleh bus Linus putih. Ia menambahkan, bahwa penggunaan bus Linus khusus digunakan untuk kebutuhan mahasiswa di dalam kampus, sehingga tidak pernah dipinjamkan/disewakan untuk pihak luar kampus.
Peminjaman bus untuk keperluan mahasiswa seperti traveling diperbolehkan, dengan mengikuti prosedur dan perizinan yang berlaku. Dalam hal ini, mahasiswa tidak dikenakan biaya sewa, terkecuali biaya operasional, seperti bahan bakar dan uang lelah supir.
“Pemakaian bus itu, kalau seandainya mahasiswa mau pakai keluar, itu cuma dikenakan biaya minyak sama uang lelah supir. Jadi, tidak ada sewa bus,” jelasnya.
Tetti Sinaga, mahasiswa Program Studi D-3 Perpustakaan USU stambuk 2023, menilai bahwa kehadiran bus tambahan ini membantu mempersingkat waktu tunggu mahasiswa di halte, meski terkadang durasi tunggunya masih tidak menentu. Menurutnya, penggunaan unit bus Linus baru akan lebih efisien jika tetap mempertahankan bus Linus lama secara bersamaan, mengingat banyaknya mahasiswa yang bergantung pada layanan bus Linus untuk mobilitas di dalam kampus.
“Sebenarnya kalau kita hanya menggunakan Linus yang baru itu, sepertinya masih kurang efisien karena mahasiswa yang menggunakan Linus sangat banyak. Jika Linus lama dipertahankan, itu jauh lebih efisien,” ungkapnya.
Tetti juga menyoroti perbedaan fasilitas antara kedua bus yang kini menjadi perhatian utama para mahasiswa. Ia menilai bahwa bus abu-abu memiliki keunggulan signifikan pada kualitas interior dan sistem pendingin ruangan, jika dibandingkan dengan bus putih.
“Dari sisi fasilitas, AC di Linus baru itu lebih terasa dan suasana di dalamnya juga lebih adem. Kalau cara pembawaan supirnya sama saja dengan Linus putih,” ujarnya.
Namun, dari sisi efisiensi operasional, bus putih tetap dinilai lebih unggul dibandingkan unit abu-abu. Indra kembali mengungkapkan, bahwa bus abu-abu memiliki kendala pada pintu manual yang sulit dibuka oleh mahasiswa, sehingga memperlambat waktu tempuh perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berdampak signifikan pada durasi operasional di dalam kampus. Jika bus putih dapat menyelesaikan satu putaran dalam waktu 15 menit, bus abu-abu bisa memakan waktu hingga 30 menit karena kendala teknis tersebut.
Oleh karena itu, Indra lebih menyarankan penggunaan bus Linus putih untuk mobilitas rutin di dalam area kampus. Sementara itu, bus Linus abu-abu dinilai lebih cocok digunakan untuk keperluan perjalanan jauh atau traveling karena kualitas fasilitasnya yang lebih bagus.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

