Hits: 44
Lainatus Syifa Hasibuan
Pijar, Medan. Coba lihat daftar putar musikmu. Berapa banyak lagu dengan nuansa dialek khas dari Timur Nusantara yang bertengger dan terus kamu dengar?
Dalam beberapa tahun terakhir, industri musik Indonesia menyaksikan pergeseran fokus yang signifikan, ditandai dengan menguatnya popularitas lagu-lagu dari wilayah Timur Nusantara. Fenomena ini adalah pengakuan terhadap identitas musikal yang selama ini kurang terwakili di panggung utama. Musik dari Sulawesi, Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur kini meramaikan daftar putar masyarakat secara nasional.
Kekuatan utama yang mendorong gelombang ini terletak pada keaslian dari unsur budaya yang dibawa. Lagu-lagu ini berhasil memadukan aransemen musik modern dengan kekayaan lokal, mulai dari lirik yang menggunakan dialek khas, irama, hingga tarian tradisional yang sebelumnya belum menjadi bagian dari tontonan umum. Identitas Timur yang kuat menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari produk musik lain di pasar.
Salah satu faktor pendorong yang memasifkan lagu-lagu Timur adalah kekuatan platform digital. Media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, berfungsi sebagai booster yang efektif. Lagu-lagu dengan ritme yang unik cepat diadopsi sebagai backsound video, menciptakan tren yang masif dan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Kecepatan penyebaran ini membuktikan bahwa selera musik publik Indonesia sangat terbuka terhadap budaya yang otentik.
Popularitas tinggi ini akhirnya membuat industri musik besar menaruh perhatian. Mereka mulai mengakui bahwa wilayah Timur punya potensi besar, baik secara ekonomi maupun budaya. Bukti nyata dari pengakuan ini adalah apresiasi yang diterima oleh Silet Open Up dengan lagu Tabola Bale, yang bahkan diundang tampil di Istana Negara pada perayaan 17 Agustus 2025 lalu. Contoh lain, lagu Stecu-Stecu oleh Faris Adam berhasil ditonton ratusan juta kali di YouTube, serta berbagai lagu lainnya yang menunjukkan daya tarik tersendiri.
Pengakuan terhadap fenomena ini juga diresmikan melalui ajang penghargaan. Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award pada tahun 2025 bahkan membuat kategori khusus untuk lagu-lagu Timur yang mencapai popularitas besar. Langkah ini tentunya menjadi sebuah penegasan bahwa pergerakan musik dari Timur sudah menjadi bagian penting dari industri musik nasional.
Fenomena ini sudah sepatutnya diangkat sebagai kebanggaan nasional. Popularitas yang diraih lagu-lagu Timur saat ini menjadi indikasi kuat bahwa keragaman dan kekayaan budaya Indonesia adalah aset artistik yang bernilai sangat tinggi. Karya-karya tersebut membuktikan bahwa dengan mempertahankan identitas lokal yang otentik, seni musik lokal mampu bersaing dan meraih sukses besar tanpa perlu meniru gaya musik global.
Selain itu, dengan popularitas tinggi, lagu-lagu Timur memiliki potensi nyata untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional. Beberapa karya telah mendapatkan sambutan positif di negara-negara tetangga, menunjukkan bahwa musik yang berakar kuat pada tradisi lokal mampu menarik minat pendengar global. Peningkatan apresiasi ini adalah cerminan positif terhadap keberagaman Indonesia. Penting bagi kita untuk terus mendukung para seniman ini dan memelihara kebanggaan terhadap ekspresi seni murni Indonesia.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

