Hits: 26

Kelompok Proyek MKWK 03

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2025 dari Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting melalui pendekatan kolaboratif. Program ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga, meningkatkan kesehatan anak, serta kesejahteraan masyarakat desa melalui edukasi berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan bersama warga Desa Tanjung Anom pada Sabtu (01/11/2025).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai penyebab stunting, dampaknya pada pertumbuhan anak, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan rumah. Mahasiswa menyampaikan materi melalui metode presentasi, diskusi, dan penyajian visual.

Lima poin utama pencegahan stunting yang disampaikan meliputi:

  1. Pemberian gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak usia dini
  2. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan, dan Makanan Pendamping ASI yang tepat
  3. Pemenuhan imunisasi dasar
  4. Menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan
  5. Pemantauan rutin tumbuh kembang anak

Kegiatan ini juga membuka ruang bagi warga untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait pengasuhan. Tenaga kesehatan desa turut hadir dalam memberikan klarifikasi, dan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh keluarga.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Zenas Putri Ayuningtyas - www.mediapijar.com
Warga berpartisipasi aktif pada sesi tanya jawab
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Putri Ayuningtyas)

 

Salah satu perwakilan kelompok menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini.

“Sebagai mahasiswa, kami ingin memperkenalkan cara pencegahan stunting dengan bahasa yang mudah dipahami orang tua, agar mereka sadar bahwa persoalan ini dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, mahasiswa menggunakan pendekatan seperti saling berbagi pengalaman, untuk mendorong interaksi positif terhadap para orang tua yang hadir. Metode ini dipilih untuk mengurangi kecanggungan, membangun kepercayaan, serta mendorong kebiasaan hidup bersosial tanpa polarisasi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 10, yaitu “Mengurangi Kesenjangan”, dengan memberikan edukasi yang merata kepada warga.

Para anggota kelompok juga berharap adanya kegiatan ini mampu menyadarkan masyarakat untuk menjaga kesehatan anak demi masa depan.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan anak hari ini adalah fondasi kualitas bangsa di masa depan,” ujar perwakilan kelompok.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran MKWK berbasis proyek yang berkelanjutan, mendukung visi USU dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Leave a comment