Hits: 23

Dwi Garini Oktavianti

Pijar, Medan.  “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” – Ir. Soekarno.

Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pejuang kemerdekaan. Pada tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2025 mengangkat tema “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”.

Makna tema tersebut menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan, seperti keberanian, kejujuran, pengorbanan, dan cinta tanah air, sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Di era saat ini, nilai-nilai itu menjadi fondasi penting untuk menjaga jati diri bangsa.

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) merilis logo resmi Hari Pahlawan 2025 dengan makna yang selaras dengan semangat tema tahun ini. Logo tersebut memuat dua elemen utama yang sarat makna, yaitu Figur Manusia yang Melangkah Maju dan Bendera Merah Putih. Kedua elemen tersebut berpadu sebagai representasi dari semangat nasionalisme yang dinamis, serta sesuai dengan pesan utama Hari Pahlawan tahun ini, yaitu menjadi penerus yang tidak berhenti bergerak dan berjuang.

Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen refleksi untuk memahami kembali arti kemerdekaan dan perjuangan. Dalam mengenal kisah para pahlawan, masyarakat diajak menumbuhkan kesadaran bahwa nasionalisme dibangun dari pemahaman terhadap sejarah bangsanya sendiri.

Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia ketika Upacara Ziarah Nasional yang dilansir dari kanal YouTube resmi presiden.

“Pada tahun 1945, 10 November, para pahlawan telah dengan berani melawan kekuatan asing yang begitu besar. Terutama kekuatan Inggris, pemenang perang dunia kedua, dengan perlawanan, pengorbanan yang begitu besar. Mereka telah mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Janganlah kita sekali-sekali melupakan jasa mereka, kepahlawanan mereka,” pesan Presiden Prabowo.

Belajar sejarah bukan hanya mengingat peristiwa, tetapi juga memahami nilai dan semangat di baliknya. Berdasarkan semangat juang Bung Tomo, keberanian Cut Nyak Dien, hingga keikhlasan Ki Hajar Dewantara dalam mencerdaskan bangsa, semuanya mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu harus di medan perang.

Rahma, salah satu mahasiswi Universitas Sumatera Utara, memberikan pendapatnya sebagai generasi muda dalam menghargai jasa para pahlawan terdahulu.

“Bagi aku sendiri, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghargai jasa pahlawan terdahulu.  Dari hal-hal kecil, seperti mempelajari dan mengetahui nama-nama pahlawan Indonesia juga menjadi caranya [dalam menghargai jasa para pahlawan],” ujar Rahma.

Menurut Rahma, nasionalisme masa kini tidak hanya ditunjukkan lewat simbol, tetapi lewat tindakan nyata, seperti mencintai produk dalam negeri, menjaga keberagaman, melestarikan bahasa dan budaya, serta menggunakan teknologi untuk kebaikan bersama. Semua itu merupakan bentuk perjuangan baru dalam mempertahankan nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu.

Hari Pahlawan 2025 menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali sejauh mana masyarakat Indonesia telah meneladani semangat pahlawan. Melalui tema tahun ini, bangsa Indonesia diajak untuk terus belajar dari sejarah, meneladani para pahlawan, dan menyalakan kembali api nasionalisme.

Hal tersebut sama seperti pesan dari kutipan para pendiri bangsa, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan bangsa yang memahami sejarahnya sendiri.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment