Hits: 23

(Data dihimpun melalui liputan bersama yang dilakukan oleh Kelompok 7: Jennifer Francesca, Shefira Riani Manany, Nabila, Luan Nayoka Purba, Athayollah Nailah Zahwa Nasution, Lely Eunike Annetta Siregar)

Pijar, Medan. Museum Negeri Sumatera Utara memiliki ruang khusus yang merekam perjalanan panjang pers dan media di wilayah Sumatra Utara. Ruangan yang menampilkan jejak perkembangan jurnalistik di Sumatra Utara ini dikenal dengan nama “Ruang Pers”.

Terletak di sudut lantai satu Museum Negeri Sumatera Utara, Ruang Pers memamerkan berbagai koleksi historis pers wilayah ini melalui mesin tik tua, kamera film, hingga perangkat kamera foto yang pernah menjadi nadi para wartawan.

Menilik Sejarah Pers dari Ruang Pers Museum Negeri Sumatera Utara - www.mediapijar.com
Koleksi kamera film, mesin tik, dan kamera milik TVRI yang berasal dari tahun 1970-an
(Fotografer: Shefira Riani Manany)

Tidak hanya memamerkan benda-benda peninggalan masa lalu, Ruang Pers juga memperlihatkan bagaimana media lokal mulai berkembang di Sumatra Utara sejak masa kolonial, ketika pemberitaan masih ditulis manual dan distribusi informasi berlangsung lambat.

Hal ini sejalan dengan ungkapan salah satu pemandu Museum Negeri Sumatera Utara, Eyendri Hondo, yang menyatakan bahwa ruangan ini bertujuan memperkenalkan tokoh-tokoh pers di Sumatra Utara. Eyendri juga menjelaskan bagaimana proses kerja pers pada masa lampau.

“Ruangan ini ada untuk mengenalkan pada orang-orang, siapa tokoh yang menerbitkan koran pertama di Medan atau Sumatra Utara, serta bagaimana proses, dan tentunya sejarah pers jaman dulu,” ujar Eyendri.

Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat bagaimana aktivitas pers mulai tumbuh pada pengujung tahun 1800-an, ketika Deli Courant menjadi surat kabar pertama yang terbit di Kota Medan pada tahun 1885. Perkembangannya juga diperlihatkan melalui deretan tokoh pers Sumatra Utara yang aktif pada tahun 1885–1965, serta daftar media cetak yang pernah terbit di berbagai kota di Sumatra Utara.

Menilik Sejarah Pers dari Ruang Pers Museum Negeri Sumatera Utara - www.mediapijar.com
Sejarah koran di Sumatra Utara dan De Sumatra Post yang terkenal pada masanya
(Fotografer: Athayollah Nailah Zahwa Nasution)

 

Ruang Pers ini dilengkapi dengan pameran perangkat pers yang menjadi saksi sejarah jurnalistik Sumatra Utara. Salah satu koleksi yang terpajang adalah kamera studio Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang berasal dari tahun 1970-an. Disebutkan oleh pemandu museum, kamera ini merupakan kamera pers pertama yang ada di Sumatra Utara.

Selain itu, ruangan ini turut mempertunjukkan kamera film 36 mili yang dipakai dalam produksi film “Buaya Deli” (1978). Terdapat pula mesin tik yang dipakai oleh kantor majalah Tjermin Karo yang terbit di Medan pada masa awal kemerdekaan.

Evelin, salah satu pengunjung yang singgah ke ruangan ini, mengaku puas dengan koleksi yang ditampilkan. Mulai dari kelengkapan koleksi hingga informasi yang disampaikan, berhasil menjawab rasa penasaran dan menambah wawasan baginya.

“Banyak hal yang menambah wawasan dari ruangan ini, contohnya adalah ternyata pers zaman dulu menggunakan kata kiasan dan bahasa daerah untuk menyamarkan pesan. Banyak, deh, hal-hal menarik lainnya,” ucap Evelin.

Sebagai penutup, Evelin berharap museum dapat memperbanyak koleksi surat kabar yang ditampilkan, sebab diyakini masih banyak media cetak terdahulu yang belum terdokumentasi dalam Ruang Pers ini.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment