Hits: 26

Alya Rizky Fitriani

Pijar, Medan. Yayasan Mentari Meraki Asa menyelenggarakan kompetisi bertajuk “Digital Poster Competition” seiring diperingatinya Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia pada 24 Maret 2024. Kompetisi tidak berbayar ini terbuka untuk umum dengan periode pendaftaran dan pengumpulan karya mulai dari 24 Maret-6 April 2024. Diikuti voting online dan penilaian karya mulai 8-14 April 2024. Lalu ditutup dengan pengumuman pemenang pada 24 April 2024.

Raissa Saifa selaku Koordinator Acara, menyatakan bahwa peringatan yang dipelopori oleh Yayasan Mentari Meraki Asa tersebut dilaksanakan lewat beberapa mata acara. Termasuk Digital Poster Competition yang mengangkat tema TB Awareness: Know The Facts, Spread The Word.

“Acara kami sendiri meliputi online campaign, Digital Poster Competition, offline event, dan screening TB yang akan dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang. Untuk perlombaan poster sendiri, kami memilih ‘TB Awareness: Know The Facts, Spread The Word’ sebagai tema. Alasannya tema tersebut mencakup tuberkulosis secara umum, karena lomba poster ini ditujukan kepada masyarakat umum tanpa memandang usia maupun pekerjaannya,” ujar Raissa pada Senin (1/4/24).

Yayasan Mentari Meraki Asa merupakan lembaga swadaya masyarakat atau Non-Governmental Organization (NGO) yang didirikan oleh perwakilan beberapa komunitas. Bertugas untuk melaksanakan program-program pencegahan dan penanggulangan masalah penyakit TBC. Mentari Meraki Asa juga berperan sebagai mitra dari Bakrie Center Foundation, lembaga yang ikut berperan aktif dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia sebelum tahun 2030.

Kompetisi desain poster oleh Yayasan Mentari Meraki Asa ditujukan untuk menyebarkan pengetahuan masyarakat umum terkait TBC.

“Agar masyarakat umum terutama peserta lomba lebih mengerti dan aware tentang tuberkulosis. Lewat fakta yang didapatnya ketika mencari konten digital poster ini, mereka sekaligus memahami tentang penyakit TB. Selanjutnya, lewat voting online yang akan dilakukan nanti, peserta bisa mengajak orang untuk melihat karyanya sekaligus memahami tentang isu-isu tuberkulosis ini. Harapannya perlombaan ini dapat menyebarkan awareness tentang tuberkulosis dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi,” lanjut Raissa.

Kompetisi dapat diikuti dengan mengumpulkan karya per-individu atau per-tim dengan maksimal tiga partisipan dalam satu kelompok. Digital Poster Competition juga memberikan sejumlah hadiah bagi para pemenang berupa e-sertifikat dan juga uang pembinaan. Informasi lebih lanjut dapat dicek melalui guidebook berikut https://bit.ly/GUIDEBOOKHTBCSEDUNIA.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment