Hits: 27
Reporter Pijar
Pijar, Medan. Enam mahasiswa S-1 Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan prestasi pada ajang National Aeronautics and Space Administration (NASA) International Space Apps Challenge 2025. Tim yang menamakan diri mereka “Gerakan Cinta NASA Medan” ini meraih penghargaan Most Impactful Project di tahap lokal (Jakarta Chapter) dan terpilih sebagai Global Nominees.
Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh NASA tersebut mengajak peserta dari seluruh dunia untuk memanfaatkan data terbuka milik lembaga antariksa itu dalam menciptakan solusi inovatif. Tahun ini, tim asal USU mengembangkan proyek berjudul “Website untuk Edukasi serta Mitigasi Asteroid Collision with Earth”.
Alif, salah satu anggota tim menjelaskan bahwa website ini dikemas secara interaktif dengan menyerupai permainan (game simulation) agar masyarakat lebih mudah memahami cara kerja mitigasi bencana luar angkasa.
“Website-nya berbentuk simulasi interaktif, mirip seperti game. Pengguna bisa milih strategi pencegahan, misalnya dengan menggunakan nuklir atau misi penghancuran di luar angkasa. Kami ingin edukasi ini terasa lebih menarik dan bisa diakses siapa pun,” jelasnya.
Setelah dinobatkan sebagai Most Impactful Project di Jakarta Chapter, tim “Gerakan Cinta NASA Medan” kini bersaing di tahap global bersama ratusan peserta dari berbagai negara. Hasil seleksi Global Finalists dijadwalkan diumumkan pada 26 November 2025, sebelum NASA menetapkan Global Winners pada 16 Desember 2025.
Meski telah meraih capaian membanggakan, langkah mereka tidak berhenti di sini. Tim ini berencana melanjutkan pengembangan website tersebut, baik sebagai tindak lanjut kompetisi maupun proyek portofolio mandiri.
“Kalau lolos ke Global Finalist, kami bakal lanjutkan pengembangannya dengan versi yang lebih matang,tetapi kalau tidak, kami tetap akan kembangkan sendiri. Setidaknya ini bisa jadi proyek portofolio kami,” ujar Alif.
Pihak kampus juga memberikan respons positif. “Fakultas dan dosen-dosen kami banyak yang terkejut dan bangga. Beberapa sampai bilang nggak nyangka kami bisa sampai sejauh ini,” tambah Alif.
Meski belum ada dukungan resmi dari instansi kampus maupun pemerintah, tim ini berharap proyek mereka bisa terus dikembangkan, bahkan mungkin digunakan oleh NASA di masa mendatang. Saat ini, mereka masih menunggu hasil penilaian global yang akan diumumkan oleh pihak NASA pada akhir November mendatang.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

