Hits: 52

Fatiha Fayza / Shafna Jonanda Soefit Pane

Pijar, Medan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) adakan kampanye limbah makanan (food waste) dengan tajuk “ReDishcovery”. Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menghabiskan makanan, dan memanfaatkan sisanya agar tidak terbuang dengan sia-sia. ReDishcovery diadakan di Sekata Kopi, pada Kamis (2/10/2025).

Jennifer Francesca, selaku General Manager menjelaskan, kata “ReDishcovery” sendiri berasal dari Bahasa Inggris dengan makna “menemukan kembali”. Didukung dengan tagar sekaligus slogan #SisaBukanSiaSia, tim ReDishcovery ingin menemukan kembali makna dari hidangan sisa yang sering dibuang percuma, agar tidak lagi menjadi sia-sia.

“Ide ini lahir dari hasil riset mengenai tingginya angka food waste di Indonesia, yang masuk ke dalam tiga besar negara penghasil food waste terbanyak di Asia. Jadi, kami merasa isu ini sangat penting untuk diangkat dan disebarkan kepada masyarakat,” jelas Jennifer.

ReDishcovery mengajak pasukan “Chompy”, sebutan akrab kepada para peserta, untuk menyaksikan langsung live cooking dengan memanfaatkan sisa makanan. Diadakan pula sesi gelar wicara (talk show) mengenai limbah makanan dengan menggandeng Aksata Pangan sebagai kolaborator. Dicky Wahyudi, selaku Koordinator Acara, mengungkapkan konsep ini dipilih sebagai simbol bahwa makanan sisa masih dapat diolah, meski nilainya sudah berkurang.

“Menu yang kami pilih untuk sesi live cooking adalah nasi goreng. Biasanya, nasi goreng diolah dengan menggunakan nasi sisa kemarin, kan. Nah, lewat kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa makanan sisa tetap bisa bermanfaat jika diolah dengan kreatif,” jelasnya.

#SisaBukanSiaSia, Temukan Makna Baru dari Sisa Makanan bersama Redishcovery - www.mediapijar.com
Sesi live cooking sembari tanya jawab singkat dengan Bunda
(Fotografer: Fatiha Fayza)

 

Selain membagikan wawasan mengenai limbah makanan, ReDishcovery juga menghadirkan sesi hiburan dengan bermain bersama Chompa, maskot milik ReDishcovery. Salah satu pasukan Chompy, Kanaya, mengatakan bahwa dirinya mendapat ilmu bermanfaat sekaligus menikmati acara, terutama ketika menyaksikan sesi live cooking.

“Menurut aku, acaranya seru dan sangat insightful. Aku dapat banyak ilmu-ilmu baru juga tentang cara mengolah sisa-sisa makanan dari sesi talk show bersama Aksata Pangan. Serunya karena selain sesi yang serius-seriusnya, ada sesi fun juga, seperti waktu live cooking dan sesi games,” ungkapnya.

Melalui kampanye limbah makanan ini, ReDishcovery berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menyisakan makanan, dan mengolah kembali sisa bahan pangan agar tidak menambah sampah di bumi.

Sebagai penutup, Jennifer menyampaikan harapannya terhadap dampak dari kegiatan ini dalam menyebarkan kesadaran masyarakat terkait limbah makanan.

Awareness ini dimulai dari kami, yang kemudian kami sebarkan ke masyarakat luas, khususnya di Kota Medan melalui acara ini. Jadi, dari langkah kecil, nantinya ke dampak yang lebih besar di masyarakat,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment