Hits: 127

Siti Nasuha Abidin Damanik

Pijar, Medan. Organisasi mahasiswa (Ormawa) memegang peran yang sangat penting dalam dunia kampus. Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan, dijelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.

Namun, beberapa organisasi mahasiswa kesulitan merealisasikan program kerja karena kekurangan sumber daya manusia. Beberapa organisasi bahkan terancam vakum akibat tidak adanya penerus yang bersedia melanjutkan roda kepengurusan.

Menurut Andhika Hanif, salah satu mahasiswa yang menjadi anggota dari organisasi yang sudah vakum, bahwa organisasi tidak dapat melanjutkan kepengurusan karena tidak ada sumber daya manusia, sehingga sulit menjalankan program kerja.

“Faktor yang menyebabkan organisasi menjadi tidak aktif karena kekurangan sumber daya manusia, sehingga menyulitkan untuk merealisasikan program kerja yang telah dirancang,” tutur Andhika.

Andhika juga menjelaskan bahwa banyak mahasiswa yang lebih memilih mengikuti program magang yang disediakan oleh pemerintah, seperti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), juga Magang Generasi Bertalenta (Magenta) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mahasiswa melihat program-program magang dari pemerintah dianggap lebih menjanjikan untuk pengembangan karier dibandingkan organisasi mahasiswa.

Menurunnya Antusiasme Mahasiswa dalam Mengikuti Organisasi - www.mediapijar.com
Program magang dari pemerintah yang lebih diminati mahasiswa
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Siti Nasuha Abidin)

“Pengalaman dari senior juga menyebutkan bahwa minat mahasiswa terhadap organisasi terus menurun setiap tahunnya. Mahasiswa sekarang lebih tertarik ikut program magang, seperti MSIB, Magenta, dan lain-lain,” jelas Andhika.

Yovita Sabarina Sitepu, sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, menjelaskan vakumnya beberapa organisasi tidak selalu karena melakukan suatu pelanggaran, tetapi tidak ada semangat mahasiswa dalam meneruskan visi dan misi antara generasi senior dan junior dalam organisasi, sehingga menghambat keberlangsungan organisasi.

“Menurut saya, lebih kepada semangat mahasiswa yang berubah dari pendahulu. Lagipula organisasi-organisasi ini didirikan oleh individu yang punya misi dan visi tertentu yang mana visi misi tersebut tidak terus berlanjut ke junior-juniornya,” ungkap Yovita.

Yovita juga menyayangkan semangat mahasiswa yang menurun dalam berorganisasi, padahal pihak kampus sangat mendukung kegiatan positif mahasiswa dalam berorganisasi. Pihak kampus juga sering mengajak mahasiswa untuk melakukan proyek dengan organisasi mahasiswa, tetapi tidak banyak mahasiswa yang mau mengikutinya.

“Prodi selalu mendukung kegiatan mahasiswa yang positif. Sebenarnya banyak mata kuliah yang mengajak mahasiswa untuk melakukan proyek yang bisa disinergikan dengan organisasi-organisasi tersebut, tetapi tidak banyak yang melakukannya,” tambah Yovita.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment