Hits: 33
Angel Charoline / Lowla Santa Claudia Manurung
Pijar, Medan. Setiap tanggal 30 Oktober, rakyat Indonesia memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI). Pada tahun ini, HORI memasuki tahun yang ke-79, dengan tema “Kemenkeu Satu Kawal Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu), dalam bekerja secara sinergis untuk menjaga delapan agenda pembangunan nasional sebagai prioritas pemerintah, serta menegaskan peran strategis Kemenkeu sebagai pengawal keuangan negara untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.
Perry Warjiyo, selaku Gubernur Bank Indonesia (BI), menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan dalam menjaga nilai tukar rupiah terhadap nilai dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat melemah.
“Memang dalam beberapa hari terakhir, ada tekanan-tekanan global maupun juga faktor-faktor domestik. Hal ini yang menyebabkan semakin melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS. Adapun pelemahan rupiah, terjadi usai bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 4,00-4,25 persen,” ucap Perry.
Bukan hanya itu, Perry juga mengabarkan bahwa BI memiliki semangat optimis, serta memiliki banyak upaya agar menguatkan kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Komitmen kami, bahwa tren nilai tukar ke depan akan bergerak stabil dan bahkan ada kecenderungan menguat sejalan dengan komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Berdasarkan penjelasannya, Perry menyampaikan upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan inflasi rupiah yang semakin melemah, yaitu dengan gencar menyerukan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Upaya tersebut bertujuan agar nilai tukar rupiah kembali menguat dan stabil.
Dalam seruan kampanye tersebut, CBP Rupiah memiliki tiga makna. Pertama, cinta rupiah yang merupakan pelaksanaan kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah, memandang rupiah secara tepat, serta menjaga diri dari kriminalitas uang palsu. Kedua, bangga rupiah diartikan sebagai perwujudan kemampuan masyarakat memahami fungsi-fungsi rupiah.
Makna yang terakhir, paham rupiah sebagai pengaktualan kemampuan masyarakat dalam memahami peran rupiah untuk perputaran uang, stabilitas ekonomi, dan fungsinya sebagai alat penyimpan kekayaan ataupun daya beli.
Sebagai penutup, Perry berharap dengan adanya peringatan HORI, masyarakat dapat mencintai rupiah dan bergerak bersama untuk menumbuhkan ekonomi negara melalui rupiah. Walaupun terdapat berbagai tantangan dari global dan domestik, rupiah akan tetap stabil dan ekonomi negara terus berkembang.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

