Hits: 33
Evelin Margareta Purba
Pijar, Medan. Kegiatan perkuliahan di suatu universitas pastinya tidak terlepas dari yang namanya presentasi. Hal tersebut, baik ketika dosen yang menjelaskan ataupun mahasiswa yang ingin presentasi dan membutuhkan beberapa fasilitas, salah satunya adalah fasilitas proyektor. Adanya fasilitas proyektor ini pastinya akan sangat membantu keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di suatu universitas, termasuk Universitas Sumatera Utara (USU).
Hingga saat ini, USU sedang memberlangsungkan efisiensi anggaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan. Selain itu, tujuan lain dari efisiensi anggaran ini salah satunya adalah untuk menjaga keuangan universitas tetap sehat dan membantu USU mencapai standar World Class University (WCU).
Menurut campus.quipper.com, WCU adalah mekanisme perankingan perguruan tinggi dalam skala internasional. Perankingan itu didapatkan dari kualitas suatu universitas salah satunya kebebasan akademik, tenaga pengajar, kerja sama internasional, dan fasilitas.
Elvi Sumanti, selaku Kepala Tata Usaha (KTU) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menyampaikan bahwa kurangnya kelayakan ataupun ketersediaan proyektor adalah kejadian ataupun peristiwa yang sering kali terjadi. Beliau mengatakan juga, bahwa ada rencana untuk memperbaiki fasilitas yang ada di FISIP walaupun masih sulit untuk direalisasikan.
“Fasilitas ini yang pakai mahasiswa, yang harusnya merawat juga mahasiswa, dan yang harusnya menjaga itu kita semua. USU melakukan efisensi, fakultas juga ikut melakukan efisiensi. Dana USU ditahan, dana fakultas juga ikut ditahan. Jadi, memperbaiki tidak semudah itu, semua harus sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Safrina Siregar, selaku mahasiswa FISIP dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, menyampaikan tanggapannya terkait kurangnya fasilitas proyektor di lingkungan perkuliahan FISIP.
”Kalau soal jumlah sih, aku rasa udah cukup karena setiap kelas sudah tersedia satu proyektor. Hanya saja, yang mungkin perlu ditingkatin itu kualitasnya. Diganti sama proyektor yang lebih baru biar bisa lebih gampang dipakai. Proyektor tidak berkembang, karena fokusnya mungkin ke fasilitas lain yang lebih urgent, bukan ke proyektor,” jawabnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

