Hits: 31

Tim SavEnvirontment

Pijar, Medan. SavEnvironment, sebuah komunitas remaja di Medan berkolaborasi dengan PT. Mutuagung Lestari Tbk SBU Medan (Mutu International) dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Aksi Iklim Kolektif Melalui Vertical Garden dan Pengelolaan Sampah di Kampung Aur”. Kegiatan ini sebagai wadah aksi nyata pemuda bersama masyarakat untuk mewujudkan generasi hijau sekaligus mendorong perubahan berkelanjutan di Kota Medan. Kegiatan peduli lingkungan ini berlangsung pada 8 sampai 10 Oktober 2025.

Relawan dibekali dengan pengetahuan dan inspirasi melalui dua sesi Volunteering Bootcamp. Rahmad Hidayat, pemimpin muda Trash Ranger Indonesia yang sekaligus menjadi pembicara pada Bootcamp II menyampaikan pendapatnya terhadap kegiatan ini.

“Kampung Aur ini menjadi titik awal lahirnya perubahan besar dalam upaya pencegahan perubahan iklim. Hasil nyata dari langkah tersebut mungkin tidak dapat terlihat dalam kurun satu atau bahkan sepuluh tahun mendatang. Namun, perubahan itu akan terwujud melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Rahmad.

Pada Call to Action I, relawan bersama warga mengolah sampah plastik menjadi ecobricks yang kemudian dirangkai menjadi meja ramah lingkungan dan disumbangkan ke Komunitas Peduli Anak (KOPA). Inisiatif ini menjadi simbol bahwa sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat sekaligus mendidik masyarakat tentang solusi kreatif bagi keberlanjutan.

Adapun pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan eco-enzyme dari limbah organik. Produk yang telah difermentasi selama tiga bulan dituang ke aliran Sungai Kampung Aur sebagai upaya memperbaiki kualitas air dan menjaga ekosistem. Aktivitas ini membuka wawasan masyarakat bahwa limbah rumah tangga dapat kembali memberi manfaat jika dikelola bijak.

Kegiatan puncak berada pada Call to Action III dengan melakukan pembangunan vertical garden pada tiga titik strategis rumah warga. Kehadirannya tidak hanya menambah keindahan lingkungan, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan untuk menghadirkan ruang hijau produktif di kawasan padat penduduk.

Adri Huda, selaku pembicara pada Bootcamp I dan peneliti di Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan pesannya agar masyarakat dapat berperan aktif pada lingkungan.

“Bersama-sama dengan masyarakat, kita yakin bahwa Indonesia dapat menjadi negara yang berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan perubahan iklim,” ungkap Adri.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Farewell Party sederhana tetapi dipenuhi makna. Relawan berbagi refleksi, rasa syukur, dan kebersamaan yang terjalin. Lebih dari sekadar aksi lingkungan, kegiatan ini adalah kisah tentang harapan, perubahan, dan komitmen untuk membangun budaya baru yang peduli dan bertanggung jawab.

Leave a comment