Hits: 126
Dhea Chintya
Pijar, Medan. Di tengah sibuknya Kota Medan, banyak kalangan, terlebih mahasiswa mencari kafe dengan suasana hening. Terdapat salah satu kafe yang pengunjungnya tidak pernah sepi, tetapi memiliki suasana yang tenang, nyaman, dan hangat (cozy). Namanya adalah Galih Coffee, tempat nongkrong yang mulai mencuri perhatian banyak kalangan. Lokasinya terletak di Jalan Ketapang No.17, Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Dibuka dari pukul 10.00-01.00 WIB, Galih Coffee menjadi tempat nongkrong yang diminati oleh semua orang, khususnya kalangan mahasiswa. Terlebih lagi Galih Coffee menyediakan fasilitas yang super lengkap. Dimulai dari fasilitas musholla, Wi-Fi, stop kontak di berbagai sudut, bahkan terdapat ruang pertemuan yang bisa digunakan untuk rapat.

(Fotografer: Dhea Chintya)
Begitu masuk ke area luar ruangan (outdoor), nuansa teduh langsung terasa. Teduh dan hangat kian terasa karena terdapat banyak sekali elemen alam, seperti pohon, tanaman hijau, kerikil, dan dinding bata ekspos. Tempat duduknya didominasi oleh meja kayu panjang yang cocok untuk work from café (WFC)/rapat. Sementara di bagian dalam ruangan (indoor), atmosfer yang diberikan sangat hangat karena pencahayaan temaramnya yang membuat betah untuk duduk lama.

(Fotografer: Dhea Chintya)
Selain menjual suasana, Galih Coffee menawarkan berbagai macam menu dimulai dari Rp18.000-Rp35.000. Galih Coffee juga menjual kopi andalannya yang dinominasikan sebagai penjualan terlaris (best seller), yaitu menu Galih Coffee dan Ratna Coffee. Cita rasa kopi yang terasa dan sensasinya yang kuat dengan sisa rasa (after taste) yang lembut, sangat cocok untuk orang-orang yang tidak terlalu suka kopi pahit.
Muhammad Bagus, selaku salah satu barista Galih Coffee, menjelaskan mengenai filosofis nama dari Galih Coffee.
“Namanya Galih Coffee itu diambil dari anak pemilik kafe ini. Namanya Galih Bagus, diambil dari nama awalnya,” jelas Muhammad.
Selain itu, mereka juga menyediakan berbagai macam camilan dan makanan. Camilan yang mereka tawarkan salah satunya adalah Bakwan Pecel, kombinasi cemilan unik yang jarang ditemukan di kafe-kafe hits.
Nur, salah satu pelanggan yang sering mengunjungi Galih Coffee, menjelaskan bahwa ia sangat suka dengan suasana yang diberikan Galih Coffee. Suasananya natural minimalis, interiornya cukup estetik, dan banyak tempat-tempat foto yang menarik perhatian (eye catching).
“Kalau untuk pelayanannya sih baik, tetapi kadang makanannya lama banget datangnya. Bisa dimaklumi sih, karena Galih Coffee ini jarang banget sepi. Setidaknya cara mereka menyapa pengunjung tetap ramah dan bagus,” lanjut Nur.
Mutia, juga salah satu pelanggan Galih Coffee, menjelaskan bahwa parkir mobil di Galih Coffee masih tergolong susah karena tidak ada spot parkir yang luas. Namun, di Galih Coffee terdapat juru parkir yang bisa membantu parkir, terlebih mobil.
“Aku suka bolak-balik ke sini karena kafenya tenang banget meski di outdoor, gak kepanasan meski matahari lagi terik-teriknya. Cocok sih, menurutku buat yang mau kerja, ngerjain tugas, atau bahkan sekadar nongkrong aja,” ungkap Mutia.
Di kota yang terus tumbuh dengan berbagai kafe baru, Galih Coffee memiliki ciri khasnya sendiri. Pengunjung tetap kembali ke Galih Coffee, sehingga tempatnya jauh dari kata sepi. Suasana Galih Coffee bisa tercipta karena keramaian tersebut.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

