Hits: 44

Josephine

Pijar, Medan. Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day diperingati pada tanggal 8 Juni di setiap tahunnya. Peringatan ini diajukan pertama kali oleh Kanada pada tahun 1992 di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi, diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil. Peringatan global ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya ekosistem laut sebagai “paru-paru biru” di Bumi.

Pada tahun ini, Hari Laut Sedunia mengusung tema, yaitu “Keajaiban: Mempertahankan Apa yang Menopang Kita” atau “Wonder: Sustaining What Sustains Us”. Tema ini mengajak kita untuk ikut merayakan keajaiban yang dihasilkan oleh laut dan melindunginya, serta mengakui pentingnya perannya bagi kehidupan kita dan segala sesuatu yang ada di bumi ini.

Arip, Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut, mengujarkan mengenai kondisi laut di Indonesia saat ini.

“Kondisi laut dari November 2024 sampai Juni 2025 ini, kondisi cuacanya masih belum stabil di mana masih ada curah hujan tinggi, angin barat masih ada sehingga masih menghambat terhambatnya kegiatan monitoring karang,” ujarnya.

Kondisi Laut Belum Stabil, Hari Laut Sedunia Menyerukan Perlindungan Ekosistem - www.mediapijar.com
Kerusakan terumbu karang di Indonesia
(Sumber Foto: cakrawala.co)

 

Ia juga menambahkan, bahwa ada faktor lain yang masih mengancam keberlangsungan hidup ekosistem laut. Faktor lain tersebut, yaitu masih ada segelintir orang yang kurang bijak dalam melakukan kegiatan penangkapan dan belum stabilnya kondisi cuaca sehingga menghambat pertumbuhan karang, bahkan membunuh ekosistem karang.

“Upaya yang kami lakukan adalah melakukan pembersihan karang sebisanya dengan alat seadanya, selain dari imbauan untuk menjaga dan melindungi ekosistem karang tersebut,” jelas Arip.

Menurut Arip, perlindungan ekosistem laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu. Melainkan tanggung jawab kolektif semua kalangan masyarakat. Dalam upaya untuk menjaga ekosistem tersebut, pelaku usaha wisata lain juga diajak untuk terlibat aktif dan berbenah sebagai pelaku konservatif terhadap karang dan ekosistem laut lainnya.

“Selain itu, kami juga membuat spanduk untuk tetap menjaga dan melestarikan ekosistem yang ada untuk diwariskan ke generasi berikutnya,” ungkap Arip lebih lanjut.

Dalam memberikan semangat Hari Laut Sedunia, diharapkan setiap individu dapat lebih aktif dalam upaya menjaga kelestarian laut. Laut yang sehat adalah jaminan bagi keberlanjutan sumber daya alam, keseimbangan iklim global, serta masa depan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, pada tanggal 8 Juni dapat dijadikan oleh setiap kalangan masyarakat sebagai penanda komitmen untuk keberlangsungan laut yang lestari.

“Sekecil apa pun yang kita lakukan untuk lingkungan, akan berdampak lebih besar manfaatnya untuk alam dan manusia. Sebesar apa pun perencanaan untuk lingkungan, jika tidak dilakukan sekarang, tidak jauh berbeda dengan membiarkan lingkungan semakin rusak. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment