Hits: 53
Cintya Novi Yanti
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 yang berlangsung pada 23 April hingga 3 Mei. USU menyediakan lokasi ujian di beberapa laboratorium komputer fakultas dan menggandeng mitra, seperti SMA Negeri 1 Medan dan Universitas Sari Mutiara.
Sekretaris Panitia UTBK USU, Ikhsan Siregar, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan melalui uji coba secara lokal oleh tim Pusat Sistem Informasi (PSI) USU dan uji coba nasional selama dua hari yang disimulasikan seperti pelaksanaan UTBK.
Persiapan mencakup survei fasilitas untuk memastikan standar spesifikasi komputer, jaringan internet, dan penyediaan generator set (genset). USU menyediakan 1.922 komputer termasuk di Nias dan lokasi mitra, serta menambahkan sekitar 50 unit komputer untuk pelaksanaan UTBK tahun ini. Ikhsan menambahkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam sistem maupun metode persiapan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sejauh ini PC yang ada masih memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dan USU merupakan salah satu yang terbesar dalam pelaksanaan UTBK di Indonesia,” ujar Ikhsan.
Selain itu, Ikhsan menyampaikan bahwa persiapan melibatkan pelatihan teknis kepada tim internal USU dan mitra. Selain penyediaan lokasi, keterlibatan fakultas dalam mendukung pelaksanaan UTBK juga termasuk dalam penyediaan administrator Teknologi Informasi (TI), petugas lokasi, dan pengawas.
“Untuk tim teknisi di USU semua dari internal dan fakultas, sedangkan di lokasi seperti SMAN 1 dan Universitas Sari Mutiara itu tim teknisinya dari mereka, lalu kita yang lakukan pelatihan,” jelasnya.
Selain persiapan teknis, USU juga memberikan pelatihan berkala kepada tim teknis yang dipelopori oleh tim pusat. Tim teknis bertugas mengunduh lalu mengunggah hasil ujian, memantau pelaksanaan ujian dan jaringan internet, serta memastikan sarana dan prasarana berjalan sesuai prosedur.
“Jika terjadi kendala jaringan atau listrik, pihak panitia telah menyediakan back-up sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan seperti genset maupun kemungkinan penambahan waktu bagi peserta,” tambah Ikhsan.
Kemudian, jika ditemukan pelanggaran oleh peserta selama ujian berlangsung, pengawas diwajibkan melapor ke penanggung jawab lokasi agar dibuatkan Berita Acara Pelaksanaan Ujian (BAPU) khusus terkait pelanggaran tersebut.

(Fotografer: Cintya Novi Yanti)
Peserta ujian turut memberikan tanggapan positif mengenai kondisi ruang ujian yang nyaman dan kondusif. Tidak ditemukan kendala teknis seperti komputer tiba-tiba mati di tengah ujian atau sistem yang mengalami gangguan. Selain itu, peserta juga merasa terbantu oleh pengawas UTBK yang membimbing mereka sejak proses registrasi hingga ujian selesai.
“Keamanan di sekitar lokasi cukup ketat. Karena selama ujian berlangsung, para pengawasnya aktif berjalan dan memantau,” ujar Nirmayati, salah satu peserta UTBK yang mengikuti ujian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

