Hits: 72
Amanda Citra Ayu / Cindy Nathasya Silalahi
Pijar, Medan. Taare Zameen Par merupakan film India yang tayang perdana pada Desember 2007 yang bergenre drama dan pendidikan. Film ini mengangkat perjalanan hidup seorang anak berkebutuhan khusus yang unik, tetapi dikucilkan.
Taare Zameen Par termasuk salah satu karya edukatif terbaik sepanjang masa. Aamir Khan adalah sutradara sekaligus aktor dalam film ini. Karya ini berhasil mendapatkan beragam penghargaan sebagai Best Movie dalam acara Filmfare Awards 2008, Best Director, Best Story, dan penghargaan lainnya.
Dalam bahasa Indonesia, taare zameen par berarti “seperti bintang di langit” yang memiliki makna bahwa setiap anak memiliki keunikan dengan caranya masing-masing.
Perjalanan ini menceritakan kisah Ishaan Awasthi (Darsheel Safary), seorang anak berusia delapan tahun yang berada di kelas tiga sekolah dasar (SD). Ihsan memiliki pemikiran kreatif dan kemampuan yang unik. Bukannya menjadi sesuatu yang baik, tetapi hal ini membuatnya dianggap “idiot” oleh banyak orang, bahkan ayahnya sendiri.
Keunikan yang dimiliki membuat Ishaan kesulitan untuk memahami dan mengikuti pelajarannya di sekolah. Ketidakmampuan yang dimiliki membuat ia kerap ditertawakan oleh teman-temannya. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan hukuman dari gurunya.
Alih-alih mencari tahu penyebab dari ketidakmampuan Ishaan di bidang akademik, ayahnya justru membandingkan ia dengan kakak laki-lakinya yang dipenuhi dengan prestasi, tanpa menyadari penyakit disleksia yang diderita Ishaan.
Penyakit disleksia sendiri ditandai dengan gangguan belajar dalam hal mengeja, menulis, dan membaca. Penderita akan kesulitan untuk mengenali kata-kata yang diucapkan dan menerjemahkannya ke dalam huruf atau frasa. Meskipun mempunyai kemampuan bahasa di bawah rata-rata, ternyata mereka memiliki kecerdasan normal, bahkan di atas rata-rata.
Mengutip dari pernyataan Nurbaeti Rachman, seorang ahli Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Komunitas Rumah Pencerah pada laman indonesiasatu.co, membandingkan anak tidak mengajarkan hal yang positif. Ini justru menekankan siapa yang lebih baik dan buruk, mengakibatkan anak menjadi rendah diri.
Setiap anak berbeda, cepat atau lambat mereka akan belajar dengan caranya sendiri. Memaksanya memenuhi beban ambisi yang dimiliki tidak akan mendatangkan kebaikan, tetapi semakin memberi tekanan. Adanya dukungan menjadi faktor penting untuk membantu anak menunjukkan potensi diri.
Selama menjalani pendidikan, Ishaan tak kunjung mengalami kemajuan dan perkembangan yang baik. Orang tuanya pun memutuskan untuk mengirimkannya ke sekolah asrama yang terletak jauh dari rumah mereka.
Keputusan yang diambil membuat Ishaan merasa terasing dan tertinggal. Perasaan kecewa, marah, dan sedih sangat dirasakan oleh Ishaan. Ketiga rasa ini bercampur menjadi satu dan menyelimuti dirinya. Ia semakin menutup diri dari orang lain dan tenggelam dalam ketakutan akibat dari tekanan tersebut.
Di sana, Ishaan bertemu dengan seorang guru seni yang baru, Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Ram menyadari Ishaan mengalami disleksia ketika mengetahui tulisan Ishaan terus mengalami kesalahan yang sama.
Ketulusan Ram membantu Ishaan dalam mengatasi tantangan belajar dan mengembangkan kreativitasnya di bidang seni memberikan secercah harapan untuk masa depan Ishaan. Kehadirannya membantu Ishaan untuk menemukan kelebihan di balik kekurangan yang dimiliki, serta membuktikannya kepada semua orang yang telah meremehkannya.
Taare Zameen Par menyampaikan pesan yang kuat dan penting bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai dan prestasi akademik. Tentunya, setiap anak memiliki permata dalam diri mereka yang perlu digali.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

