Hits: 27

Alya Amanda

Pijar, Medan. Uang merupakan suatu kebutuhan yang sulit dilepaskan. Hal itu dikarenakan tidak sedikitnya kegiatan manusia yang memerlukan uang. Manusia membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-harinya, seperti berbelanja, tabungan, investasi, dan masih banyak lagi.

Indonesia sendiri memiliki hari yang memperingati keberadaan uang ini. Peringatan itu disebut sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (RI) atau Hari Keuangan Nasional dan telah disambut sejak tahun 1946 pada tanggal 30 Oktober. Hari Oeang RI ini diadakan untuk memperingati kelahiran mata uang pertama milik Indonesia, yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI).

Hari Oeang RI sudah disambut sebanyak 77 kali, serta menuju 78 kali di tahun ini. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Tulus dalam Pelayanan, Transformasi Berkelanjutan” yang mencerminkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, serta mendorong inovasi dan reformasi berkelanjutan di sektor keuangan negara.

Peringatan ini juga menjadi momentum masyarakat Indonesia untuk lebih menghargai mata uang rupiah. Walaupun uang sudah mengalami pergeseran ke digital, yang mana banyak orang tidak lagi menggunakan uang kertas, dikarenakan munculnya standar kode quick response nasional yang disebut dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Adanya QRIS ini memudahkan masyarakat untuk bertransaksi. Hal ini disampaikan oleh salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Niswah Zhafira.

“Saya sendiri QRIS user, jadi saya enggak pakai uang kertas. Menurut saya, menggunakan uang kertas itu ribet karena harus bawa dompet. Jadi, kalau bawa uang kertas secukupnya aja, misal kayak kalau mau bayar angkot. Pokoknya adanya QRIS itu memudahkan untuk berbelanja, hanya tinggal scanscan aja,” ucapnya.

Berseberangan dengan Niswah, Zansisco Rogabe, mahasiswa Politeknik Kesehatan Medan, memandang hal yang berbeda terkait eksistensi uang kertas.

“Menurut saya, uang kertas tuh masih sangat kuat ya perannya, karena kalau di Medan sendiri belum semua bisa memfasilitasi QRIS. Jadi, menurut saya ribet deh kalau pakai QRIS, selama masih menerima tunai, maka saya akan terus memakai tunai,” ujar Zansisco.

Melansir dari indonesia.go.id, transaksi menggunakan QRIS mengalami peningkatan yang signifikan selama setahun terakhir, dengan pertumbuhan mencapai 226,54 persen. Pengguna QRIS kini mencapai 50,50 juta orang, dan jumlah merchant yang terdaftar mencapai 32,71 juta.

Meningkatnya pengguna QRIS dewasa ini cukup mengkhawatirkan untuk keberadaan uang kertas atau uang tunai. Zansisco menyampaikan bahwa keberadaan uang kertas perlu dilestarikan.

“Penggunaan uang tunai itu harus tetap diterima agar tetap lestari. Kadang ada gerai-gerai makanan yang tidak lagi menerima adanya pembayaran tunai. Kalau semua gerai seperti itu, tidak menutup kemungkinan uang tunai tidak dibutuhkan lagi,” jelasnya.

Adanya peringatan Hari Oeang RI ini diharap dapat mengingatkan kita tentang perjuangan RI untuk mengeluarkan mata uang rupiah, sehingga masyarakat Indonesia lebih menghargai keberadaan uang tunai sebagai sistem transaksi pembayaran.

(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

Leave a comment