Hits: 56

Olivia Sri Renata Sinulingga

Pijar, Medan. Menjelang peringatan Paskah, tersisa tujuh hari sebelum Paskah yang digelar berbagai rangkaian peribadatan penyambutan Paskah. Ketujuh hari itu disebut Pekan Paskah atau Pekan Suci. Kemudian, di dalam Pekan Suci tersebut, ada tiga hari untuk mengawali Paskah yang disebut Tri Hari Suci. Tri Hari Suci terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Dengan demikian, peringatan Hari Wafat Isa Almasih yang juga dikenal dengan sebutan Jumat Agung pada tahun ini jatuh pada Jumat 7 April 2023.

Hari Wafat Isa Almasih atau Jumat Agung merupakan rangkaian dari peringatan Pekan Suci yang dirayakan oleh semua umat Kristiani di dunia, baik itu Protestan ataupun Katolik. Hari Wafat Isa Almasih merupakan hari yang dikenal sebagai hari penyaliban Yesus Kristus dan kematian-Nya di Bukit Golgota.

Hari Wafat Isa Almasih menjadi salah satu hari penting bagi umat Kristiani karena menjadi hari memperingati dan mengenang penderitaan serta kematian Yesus di kayu salib. Makna dibalik penyaliban Yesus Kristus adalah sebagai bentuk pengorbanan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia. Selain itu, memberi pelajaran bagi seluruh umat Kristiani agar menyadari adanya pengampunan dari Tuhan dan memperlihatkan rasa cintanya kepada semua umat manusia.

Makna dari Jumat Agung tersebut dirasakan salah satu umat Kristiani yang turut memperingati Hari Wafat Isa Almasih, Claudia Ginting seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara. Melalui peringatan ini, dirinya semakin menyadari kasih Tuhan Yesus.

“Menurutku bahwasanya makna Jumat Agung ini, kita harus menyadari dan merasa sangat bersyukur. Sebab, kita ternyata sangat dicintai sama Tuhan kita yaitu Yesus Kristus yang udah rela mati di kayu salib demi menebus dosa kita manusia. Hingga akhirnya kita umat manusia sudah terbebas dari dosa berkat penyelamatan Tuhan pada kita,” ungkapnya.

Peringatan Hari Wafat Isa Almasih atau Jumat Agung tahun ini juga menjadi yang perdana setelah masa pandemi global yang relatif telah berakhir. Hal itu tentu membawa warna yang berbeda. Salah satunya dirasakan oleh Vini Agatha sebagai umat Katolik yang turut membagikan pengalamannya.

“Jumat Agung kali ini lebih bermakna, di mana dunia sudah kembali normal dan pandemi juga sudah mulai berakhir. Akan lebih banyak tentunya yang mengikuti pengakuan dosa tahun ini dibanding tahun sebelumnya saat pandemi masih ada. Intinya paskah tahun ini akan menjadi lebih memorial,” ucap Vini Agatha.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment