Hits: 30
Ariel Demetrius Nadeak
Pijar, Medan. Belakangan ini gaya hidup sustainable living menjadi populer di kalangan masyarakat luas. Bukan tanpa alasan, kini semua orang mengkhawatirkan keadaan bumi yang tak kunjung membaik.
Hidup berkelanjutan (sustainable life) merujuk pada sebuah gaya hidup yang bertujuan untuk menekan efek negatif dari aktivitas manusia pada lingkungan alam, sosial, dan ekonomi dalam jangka waktu pemanfaatan masa sekarang dan masa depan.
Berkelanjutan (sustainability) berarti memenuhi kebutuhan pada masa kini tanpa mengompromikan kemampuan generasi masa depan dengan kebutuhan mereka. Maka dari itu, konsep hidup berkelanjutan melibatkan kemampuan mengambil keputusan untuk menyeimbangkan kepentingan sosial, ekonomi, dan alam sekitar.
Hal-hal tersebut mencakup kesadaran untuk mengurangi limbah dan konsumsi yang menggunakan sumber daya terbarukan, melestarikan keragaman hayati dan ekosistem, menggalakkan keadilan sosial, dan memastikan stabilitas ekonomi.
Esensinya, kehidupan berkelanjutan adalah salah satu usaha untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan planet bumi dan menyediakan kebutuhan serta perkembangannya.
Pada tingkat sosial, kehidupan berkelanjutan melibatkan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini bermaksud untuk memastikan ketersediaan akses kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pelayanan publik, keamanan, warisan budaya dan lain-lain.
Pada tingkat ekonomi, kehidupan berkelanjutan mencakup pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang adil serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini termasuk juga perkenalan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, investasi pada infrastruktur dan teknologi yang ramah lingkungan, serta promosi praktik bisnis yang mengesampingkan keuntungan dan memprioritaskan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pada tingkat lingkungan, hidup berkelanjutan melibatkan pengurangan dampak kita kepada lingkungan alam dan menyuarakan konservasi serta pemulihan SDA. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi keberagaman makhluk hidup, penggunaan lahan pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan, serta mengurangi polusi.
Kehidupan berkelanjutan di Indonesia menjadi sangat penting karena negara ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan, seperti penggundulan hutan yang menyebabkan banjir dan tanah longsor, polusi air, dan perubahan iklim ekstrem. Namun, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan praktik hidup berkelanjutan di Indonesia.
Salah satunya dengan pengurangan limbah. Indonesia merupakan salah satu penyumbang polusi plastik laut terbesar di dunia. Oleh sebab itu, mengurangi limbah sangat penting. Masyarakat dapat mengurangi limbah dengan mendaur ulang wadah yang dapat digunakan kembali. Begitu juga dengan pemerintah yang dapat menerapkan kebijakan dan infrastruktur pengelolaan sampah.
Bentuk lainnya dapat berupa pertanian berkelanjutan. Pertanian merupakan sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan, tetapi praktik pertanian berkelanjutan dapat mengurangi emisi ini sekaligus meningkatkan kesehatan tanah dan hasil panen.
Indonesia yang kaya akan sumber daya energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi. Pemerintah dapat mendorong pengembangan infrastruktur energi terbarukan, individu serta bisnis dapat mengadopsi panel surya dan teknologi energi terbarukan lainnya.
Polusi udara merupakan masalah utama banyak kota di Indonesia. Mendorong penggunaan transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki dapat mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara. Pemerintah juga dapat berinvestasi pada kendaraan listrik dan infrastruktur untuk transportasi berkelanjutan.
Melindungi habitat makhluk yang terancam punah serta unik melalui upaya konservasi dan pariwisata berkelanjutan dapat mendorong keberlanjutan sekaligus melestarikan keindahan alam dan warisan budaya Indonesia.
Berikut hanya beberapa contoh dari seberapa mungkin gaya hidup berkelanjutan bisa digalakkan di Indonesia. Dengan bekerja sama, perorangan, komunitas, dan pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada masa depan yang berkelanjutan.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

