Hits: 134

Rani Sakraloi

Pijar, Medan. Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) merupakan program yang pengelolaannya disinergikan oleh universitas agar mahasiswa dapat mengambil mata kuliah lintas program studi (prodi). MKWU termasuk dalam bagian dari program kurikulum baru, yakni Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Merdeka Belajar adalah program kebijakan yang dirintis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini memfasilitasi pelajar agar dapat mengoptimalkan bakatnya dengan memilih pelajaran yang diminati.

Program MBKM yang diresmikan pada awal tahun 2020 ini telah diterapkan di Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memberikan keleluasaan bagi mahasiswa dalam belajar. Program ini mendukung mahasiswa untuk turut terjun langsung ke dunia kerja.

Berdasarkan laman mbkm.usu.ac.id, mahasiswa yang menjalankan pembelajaran dengan kurikulum MBKM melaksanakan prosedur mengikuti MKWU dengan masuk (log in) ke portal MBKM USU. Kemudian, mahasiswa dapat menambahkan mata kuliah MKWU dan mencetak KRS MKWU untuk diverifikasi oleh Dosen Pembimbing Akademik (PA).

Di sisi lain, dimulainya tahun ajaran genap justru memunculkan kebingungan bagi beberapa mahasiswa akibat kurangnya pemuktahiran (update) informasi dari pihak prodi. Hal ini disebabkan karena sistem pembelajaran yang berbeda.

“Naomi dan semua teman sekelas aku sendiri sebenarnya belum ada yang ambil matkul MKWU ini, karena waktu itu kurang ada update info dari prodi ataupun yang lainnya. Terus, pas infonya udah sampai ke aku dan teman-teman, ternyata pas dicek website-nya kelas MKWU yang tersedia itu semua sudah full dan gak bisa enroll lagi. Jadinya gak ada yang kedapatan kelasnya,” jelas Naomi Calistha selaku mahasiswa semester dua prodi Ilmu Komunikasi.

Lebih lanjut, Naomi juga memaparkan bahwa dalam daftar mata kuliah yang diterima dari pihak prodi, mahasiswa semester dua diharuskan untuk mengambil MKWU Internasionalisasi. Namun, adanya miskomunikasi dan keterlambatan informasi yang diterima oleh mahasiswa mengakibatkan mereka tidak bisa mendapatkan mata kuliah MKWU tersebut. “Nanti katanya kami bakal ambil itu di semester 4,” kata Naomi.

Informasi tersebut juga didapatkan melalui ketua kelas yang datang langsung ke pihak prodi. Naomi juga menyayangkan keterlambatan informasi ini dan berharap agar ke depannya informasi-informasi mengenai kebijakan kurikulum dapat disosialisasikan dengan lebih baik lagi.

“Sayang aja. Jadinya gak bisa ambil matkul MKWU. Padahal pas tahu kalau semester dua itu bisa ambil, rencananya pengin ikut kelas IELTS Preparation, tetapi karena bukan cuma aku aja yang ngalamin jadinya ga terlalu sedih,” ungkapnya.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment