Hits: 47

Syah Hendra Mahadi / Salwa Salsabila

Pijar, Medan. Setiap tahunnya, hari ke-16 dalam bulan November selalu diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Perayaan ini diperingati setiap tanggal 16 November dan pertama kali diperingati pada 26 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1996, berdasarkan hasil putusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada satu tahun sebelumnya.

Hari Toleransi Internasional selalu menjadi momentum bagi seluruh masyarakat dunia untuk merayakan keberagaman dan toleransi di seluruh dunia. Selain itu, ditujukan untuk memberi kesamaan ruang, baik itu dalam berpendapat, maupun hak-hak lainnya kepada seluruh keberagaman secara global.

Dikutip melalui unesco.org, tema yang diangkat dalam Hari Toleransi Internasional sendiri berfokus pada rasa hormat dan penerimaan satu sama lain atas keberagaman dunia. Semakin berkembangnya zaman, keberagaman yang ada di dunia juga semakin kaya. Dengan adanya hari toleransi ini, UNESCO berharap rasa hormat dan penerimaan juga turut tumbuh mengikuti dengan semakin beragamnya budaya dunia.

“Toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan atas keragaman budaya dunia kita yang kaya, bentuk ekspresi dan cara kita menjadi manusia.” Ungkap UNESCO yang dikutip dari Deklarasi Prinsip Toleransi UNESCO pada tahun 1995.

Sejarah dibalik dinobatkannya 16 November sebagai Hari Toleransi Internasional adalah sebagai penanda tahun toleransi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan peringatan 125 tahun kelahiran Mahatma Gandhi yang terkenal sebagai aktivis toleransi India. Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam mencegah perpecahan agama yang hampir terjadi di India, tahun lahirnya dirujuk sebagai hari untuk memeringati toleransi dunia.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk merayakan Hari Toleransi Internasional dengan mengedukasi diri sendiri terkait keberagamaan yang ada, pentingnya toleransi, serta bahayanya intoleransi. Kita juga bisa ikut merayakan hari ini dengan ikut mengampanyekan peringatan Hari Toleransi Inernasional melalui media sosial.

Sesuai dengan pesan UNESCO dalam Deklarasi Prinsip Toleransi tahun 1995 “Toleransi lebih dari sekadar memberikan kewajiban untuk bertindak, tapi harus diajarkan, dipelihara, dan dipertahankan.”

Maka dengan ini, mari kita turut menyemarakkan Hari Toleransi Internasional mulai dari diri masing-masing dan lingkungan terdekat. Selamat Hari Toleransi Internasional.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment