Hits: 33

Kemala Rahma/Miftahul Jannah Sima

Pijar, Medan. Angklung adalah salah satu alat musik Indonesia yang berasal dari Sunda, Jawa Barat. Sejak UNESCO memberikan gelar Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan pada angklung pada 16 November dua belas tahun lalu, tanggal tersebut selalu diperingati sebagai Hari Angklung Sedunia.

Pada tahun 2010, angklung telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di Nairobi, Kenya. Dengan begitu angklung sudah resmi diakui sebagai kebudayaan Indonesia yang tidak dapat direbut dan diakui oleh negara lain.

Dahulu angklung tak banyak dikenal orang, hanya terkenal dikalangan masyarakat Sunda saja dan digunakan dalam ritual keagamaan. Nama angklung sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu “Angklueng-angklueng” yang memiliki arti diapung-apungkan dan kata “klung” timbul karena suara yang dihasilkan oleh instrumen tersebut.

Saat ini angklung tidak hanya dikenal di Indonesia saja, tetapi angklung sudah mendunia dan telah banyak dimainkan sebagai musik pengiring di berbagai acara. Angklung juga memiliki catatan di Guinness World Records untuk permainan angklung terbanyak, yaitu dimainkan sekitar 5.182 orang di Washington DC pada 9 Juli 2011.

Salah satu bukti lain mendunianya angklung adalah dengan terbentuknya Hamburg Orchestra di Jerman. Di sana, angklung tak hanya dimainkan untuk lagu tradisional seperti Manuk Dadali. Mereka mengombinasikan lagu barat dengan alat musik tradisional angklung sehingga alunan tersebut menghasilkan perpaduan modern-etnik.

Di Indonesia sendiri terdapat Saung Angklung Udjo sebagai tempat pelestarian dan memelihara kebudayaan Sunda. Terdapat arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu, dan lokakarya (workshop) untuk alat musik bambu yang lengkap di saung yang didirikan oleh Udjo Ngalagena dan istrinya yang bernama Uum Sumianti ini. Saung ini dapat dijadikan sebagai tempat tujuan wisata untuk melihat pertunjukan seni tradisional dan mempelajari cara memainkan angklung.

Angklung kini telah menjadi kebudayaan dan identitas bagi bangsa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dengan kebudayaan yang kita miliki dengan terus peduli akan pelestarian kebudayaan dari leluhur kita agar tidak terlupakan. Penerus negeri ini harus bisa mempertahankan angklung di era gempuran musik modern dan memperkuat eksistensi angklung agar tidak hanya menjadi peninggalan sejarah nantinya.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment