Hits: 61
Muhammad Afif Ramadhan
Pijar, Medan. Kuliah tatap muka di lingkungan Universitas Sumatera Utara saat ini sudah mulai dijalankan. Namun, hingga saat ini tes narkoba bagi mahasiswa angkatan 2020 belum juga dapat terlaksana sama sekali dalam dua tahun belakangan. Hal tersebut bermula dari akibat adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada tertundanya beberapa kegiatan, salah satunya adalah kegiatan tes narkoba ini.
Dengan belum dilaksanakannya tes narkoba untuk mahasiswa angkatan 2020, mereka dan para adik tingkatnya dibuat bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yang sudah melakukan pembayaran sejak lama dengan nominal Rp 130.000 agar dapat mengikuti tes narkoba waktu itu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I USU, Edy Ikhsan, mengungkapkan bahwa untuk tes narkoba bagi mahasiswa angkatan 2020 sudah ada kepastiannya. “Kepastian waktu sudah ada, nanti pengumumannya akan diumumkan secepatnya. Sabar ya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor I USU itu pun menjelaskan bahwa kejelasan terkait teknisnya juga sedang diproses. “Untuk teknisnya juga sedang diproses karena ini melibatkan banyak pihak, mulai dari biro akademik, fakultas, program studi, rumah sakit, poliklinik, humas, dan lain sebagainya,” jelas Edy.
Menanggapi kabar ini, David, salah satu mahasiswa FISIP USU, mengaku tidak dapat berharap besar terhadap kabar mengenai tes narkoba yang akan diumumkan secepatnya ini.
“Sebenarnya kabar akan dilaksanakannya tes narkoba ini sudah mulai dari semester 1 dan saat ini saya sudah di semester 5, berarti sudah 4 semester berlalu tetapi tes narkoba ini tidak juga kunjung dilaksanakan. Jadi jujur saya pribadi tidak berharap terlalu besar dengan tes narkoba ini,” ungkap David sewaktu diwawancara oleh Pijar.
Namun, David tetap berharap dan berpesan. “Harapan saya semoga ini tidak hanya kabar semata, semoga benar-benar ada kejelasan yang pasti terkait tes narkoba ini,” lanjutnya.
“Saya juga berpesan semoga hal yang dialami oleh angkatan 2020 ini tidak terulang kembali, karena dapat dikatakan angkatan 2020 merasa seperti digantung dan tidak kunjung menerima kejelasan. Maka dari itu semoga kedepannya pihak kampus dapat lebih memperhatikan hal ini agar tidak terulang kembali,” tutup David.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

