Hits: 8

Agnes Priscilla Siburian

Pijar, Medan. Di balik kilau kesuksesan merek kecantikan Wardah, ada seorang puan yang mengambil andil sangat besar. Dialah sang pendiri sekaligus Komisaris Utama dari PT. Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat. Perempuan kelahiran tahun 1950 ini telah menginspirasi banyak orang dengan kegigihannya dalam merintis usaha yang ia miliki.

Meskipun mengelola beberapa merek kosmetik terkenal seperti Wardah, Make Over, serta perawatan rambut Putri dan IX. Siapa sangka, seorang Nurhayati pernah digaji Rp20.000 per bulan sebagai apoteker honorer. Namun, dia mensyukuri pekerjaannya saat itu karena mengalami kesulitan mencari pekerjaan setelah menamatkan bangku perkuliahan.

Karier Nurhayati perlahan berubah dan kian cemerlang saat ia memilih untuk hijrah ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan kosmetik terkenal. Ia bahkan mendapatkan penawaran sebagai pegawai tetap. Dari pekerjaan inilah ia mampu menemukan formula yang bisa dimodifikasi menjadi produk baru.

Selang lima tahun, akhirnya Nurhayati memutuskan untuk berhenti bekerja. Ia pun mulai memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan selama di rumah. Berkat kecakapan dalam meracik formula dan pengalamannya bekerja di perusahaan kosmetik, Nurhayati melakukan modifikasi formula. Ia mulai mencoba membuka usaha kosmetik yang diharapkan berkualitas tinggi dan memiliki harga bersaing.

Tidak seperti usaha orang lain, yang mampu membuka gerai dan membayar puluhan karyawan, bisnis awal yang dijalani Nurhayati sangat sederhana. Usaha pertama yang dikerjakannya ini hanya dibantu oleh dua karyawan dan skala industri rumahan.

Pada tahun 1985, ia pun merintis PT. Pusaka Tradisi Ibu (PTI) dengan merek perdananya berupa haircare untuk profesional salon, bernama Putri.

Perjalanan Paragon dimulai tahun 1985, semuanya berjalan lancar sampai tahun 1990. Hingga, ia harus menghadapi kenyataan bahwa pabrik dan kantor PT. Pusaka Tradisi Ibu terbakar. Ia bahkan harus meminjam uang kepada bank untuk dapat membangun kembali usahanya.

Hasil tidak akan mengkhianati usaha. Berkat usaha dan kegigihan Nurhayati, Wardah berhasil menjadi perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia dengan karyawan mencapai 10 ribu orang, dan luas pabrik mencapai 20 hektar. Bahkan sudah menjadi produk kosmetik nomor 3 terfavorit di Malaysia.

Produk kecantikan yang berlabel “Halal” ini terbilang berhasil memenangkan hati para konsumennya sehingga bisnisnya dapat terus berkembang dari tahun ke tahun. Nurhayati juga mendapatkan penghargaan sebagai 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia 2018.

(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

Leave a comment