Hits: 104

Zian Nabilla Barus / Asti Febriana

Pijar, Medan. Mungkin, masih ada saja orang yang tidak percaya akan keberadaan alam gaib di dunia ini. Alam yang eksistensinya tak bisa diterima oleh semua nalar manusia, dianggap hanya khayalan semata. Namun, bagi sebagian lain, hal itu benar nyata adanya. Tetapi, bagaimana jadinya jika kita yang tak mempercayai adanya alam tersebut dipaksa untuk masuk ke dalamnya?

The medium adalah film horor Thailand yang dikemas dalam bentuk dokumenter. Hasil kerja sama antara sutradara Banjong Pisanthanakun asal Thailand dan sutradara Na Hong-jin asal Korea Selatan ini, berhasil menarik perhatian penontonnya dengan plot twist yang tak terduga.

Kisah ini dimulai dari praktik perdukunan yang ada di Desa Isan, Thailand Utara. Permainan alam gaib ini terjadi ketika seorang dukun yang memiliki kemampuan supranatural bernama Nim (Sawanee Utoomma) menjadi narasumber utama dari perjalanan sebuah tim dokumenter yang sedang menyelidiki praktik perdukunan tersebut. Kemampuan supranatural yang dimiliki oleh Nim ternyata merupakan kemampuan turun-temurun yang dikuasai keluarganya. Kemampuan itu diberkahi oleh Ba Yan, yang merupakan dewa bagi mereka.

Tim dokumenter tersebut mengikuti keseharian Nim sebagai dukun ternama di Desa Isan. Namun, suatu hari Mink (Narilya Gulmongkolpech) yang merupakan keponakan dari Nim, memiliki tingkah dan gejala yang cukup aneh. Nim merasa kemampuan yang dimilikinya akan diturunkan ke Mink. Tim dokumenter akhirnya memutuskan untuk mengikuti keseharian Mink dengan harapan dapat merekam dan mendokumentasikan proses penurunan kemampuan supranatural tersebut. Tetapi, kejadian yang tak terduga malah terus terjadi kepada Mink.

Film dengan durasi 130 menit ini rilis di Indonesia pada 20 Oktober 2021 lalu. The Medium menjadi film yang kehadirannya sudah lama ditunggu-tunggu oleh pecinta film horor dari berbagai kalangan. Terbukti, The Medium menjadi film Thailand terlaris di Indonesia pada tahun 2021.

Dengan konsep “dokumenter” yang disajikan, The Medium mampu membuat penonton ikut masuk menjadi bagian dalam film tersebut. Meskipun film ini tidak menampilkan sosok hantu, The Medium sukses membuat penonton bergidik ngeri, karena banyaknya adegan berdarah yang ditampilkan secara nyata. Bahkan, banyak dari mereka merasa mual sehabis menonton adegan berdarah dalam film ini.

Bagi para pecinta film horor, The Medium dapat menjadi salah satu pilihan terbaik untuk kalian. Selain menyajikan visual yang realistik, pesan yang ingin disampaikan juga cukup mendalam dan tersirat, di mana sebagai manusia kita juga harus teguh akan keyakinan yang kita percayai.

Dibandingkan dengan film horor pada umumnya, The Medium dapat membuat penonton merasakan sensasi yang cukup berbeda. Terlebih lagi, praktik perdukunan yang juga masih kental terjadi di Indonesia, membuat kita merasa lebih relate dengan keadaan dalam film ini.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment