Hits: 82

Claresa Windy Thiara Br Tarigan / Septrian Tarigan

‘’Memang, seorang reporter harus belajar tentang kesabaran, suka mengalah, bahkan kalau perlu enggak punya urat malu’’ Hal. 31

Pijar, Medan. Pernahkah kamu bertanya, bagaimana sisi kehidupan dari seorang reporter atau hal apa yang harus mereka lewati ketika akan menulis sebuah berita? Jika berbicara mengenai seorang reporter, biasanya tak jauh-jauh dengan kata cerdas, sigap, dan kompeten. Namun bagaimana jadinya jika kita mencoba melihat dari sisi yang berbeda?

Buku Cenat Cenut Reporter karya Wuri Nugraeni ini, menceritakan tentang serangkaian pengalaman penulis bersama rekannya ketika menjalankan tugas sebagai reporter secara lengkap.

Buku dengan tebal 224 halaman ini memberikan cerita unik yang jarang terlihat dari seorang reporter. Jika kamu masih berpikir menjadi reporter hanya sesederhana tentang liputan lalu pulang, maka buku ini akan menyuguhkan sudut cerita yang lain dan unik.

Buku Cenat Cenut Reporter seperti namanya, menceritakan curahan hati para reporter yang menjalani banyak rintangan selama liputan. Semua ceritanya disajikan dengan bahasa yang sederhana, ringan, dan dibungkus dengan jenaka sehingga menjadikan buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan.

Selain kisah senang, seperti halnya dapat bertemu dengan artis idola atau bisa jalan-jalan gratis. Ada juga kisah dukanya, seperti waktu istirahat yang terpaksa runtuh akibat harus liputan mendadak atau liputan yang diharapkan tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Buku bergenre komedi ini memberikan warna baru dari sisi kehidupan reporter yang terkesan lucu dan membuat kita tersenyum bahkan tertawa saat membacanya. Sebut saja repoter ngeblank saat liputan, bos yang hobi mengacak-acak pekerjaan anak buahnya, dan narasumber yang suka menyuruh kru liputan. Kisah ini tentunya bisa mengubah pola pikir kamu, jika masih berpikir bahwa menjadi reporter adalah pekerjaan yang monoton.

Selain membahas kisah pengalaman para repoter, buku ini juga memberikan sejumlah tips untuk para reporter yang diberi nama tips reporter handal. Tips tersebut bertujuan agar kita bisa menjadi reporter handal nantinya. Tips ini juga dikemas dengan jenaka, namun jika diartikan akan memberikan kesan yang mendalam.

‘’Selalu bawa buku yoga’’ Hal 31

Tips tersebut menekankan tentang kesabaran yang harus dihadapi oleh para reporter saat melakukan liputan, karena akan selalu saja ada hal yang mengejutkan dan menguji kesabaran saat meliput.

Namun, bagaimanapun kondisinya, profesi reporter tetap mejadi suatu hal yang menyenangkan sekaligus menguji mental dan fisik. Kamu yang ingin menjadi reporter boleh sekali untuk membaca buku ini agar terbiasa dengan dunia kerja nantinya. Jangan lupa untuk selalu berusaha juga, karena segala sesuatu yang dikerjakan dengan kerja keras pasti akan memberikan buah yang manis.

(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

 

Leave a comment