Hits: 73

Agnes Priscilla Siburian

Pijar, Medan. Siapa bilang orang yang mencuri selalu mengambil barang yang ia dibutuhkan? Ada juga beberapa orang mengambil barang yang sama sekali tidak diminatinya.

Kondisi ini dinamakan kleptomania. Hal tersebut adalah kelainan psikologis yang membuat si penderita tak mampu menahan hasrat impulsif untuk mengambil tanpa izin barang yang bukan miliknya.

Kleptomania memang bukan sebuah kondisi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa, tetapi lebih jauh perilaku kleptomania bisa mengganggu fungsi psikologis. Kadang kala, orang yang memiliki kelainan ini bahkan tidak sadar jika mereka telah mengambil barang milik orang lain. Mereka justru merasakan kepuasan setiap kali melakukan tindakan nakal itu.

Prosesnya dimulai dengan kegelisahan yang dirasakan atas hasrat mengambil barang orang lain tanpa izin. Saat melakukan aksi nakalnya, seorang kleptomania sangat menikmati perasaan tegang dan cemas yang dirasakan.

Setelah berhasil mengantongi barang yang diambilnya, ia merasakan kepuasaan sesaat yang pada akhirnya berubah menjadi rasa bersalah yang menghantuinya. Namun, perasaan tersebut tidak mencegahnya untuk melakukannya lagi karena adanya sifat candu. Mereka seolah buta akan resiko yang harus mereka tanggung jika tertangkap basah.

Setelah berhasil mengantongi barang yang diambilnya, ia merasakan kepuasaan sesaat yang pada akhirnya dihantui oleh rasa bersalah. (Sumber Foto : 4realguide.com)

Berbeda dengan tindakan pencurian biasa, kleptomania tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal karena merupakan bentuk gangguan mental.

Pada kleptomania, proses pengambilan barang tidak direncanakan sebelumnya dan bukan bertujuan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi yang kurang. Penderita kleptomania memilih mencuri pada situasi yang mudah dan target yang tak menentu alias acak, serta mencuri benda yang tidak berharga seperti pakaian, kaos kaki dan benda lain yang tidak terduga. Hal ini sangat berbeda dengan pencurian pada umumnya yang membuat taktik terlebih dahulu sebelum melakukan aksi pencuriannya.

Penderita kleptomania sangat sulit untuk mengatasi kondisi ini sendiri tanpa bantuan medis. Perawatan untuk orang kleptomania biasanya meliputi kombinasi psikoterapi dan obat-obatan yang bisa mengatasi pemicu serta penyebabnya.

Perawatan paling umum adalah terapi perilaku kognitif untuk mengobati kleptomania. Pada terapi perilaku kognitif ini, terapis akan membantu Anda belajar menghentikan perilaku buruk dan mengatasi kognisi yang menyebabkannya.

Dikutip dari laman Healthline, sejumlah faktor dapat berkontribusi terhadap kondisi kleptomania. Di antaranya adalah memiliki penyakit mental, dalam hal ini termasuk gangguan bipolar dan gangguan kecemasan, gangguan penggunaan zat tertentu atau gangguan kepribadian, masalah dengan kadar serotonin yang rendah, hubungan dengan gangguan kecanduan, karena mencuri dapat melepaskan aliran dopamin, ketidakseimbangan dalam sistem otak yang mengontrol desakan, dan riwayat keluarga kleptomania.

Jika Anda mencurigai seorang teman dekat atau anggota keluarga menderita kleptomania, alangkah baik menyampaikan kekhawatiran itu dengan cara yang manusiawi. Perlu diingat, bahwa kleptomania termasuk gangguan kesehatan mental, bukan cacat karakter. Jadi, dekati mereka tanpa menghakimi.

(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

Leave a comment