Hits: 55
Reporter Pijar / Sulisintia Harahap
Pijar, Medan. Apa yang ada di benak Sobat Pijar ketika berbicara mengenai balapan sepeda motor? Kemungkinan terbesar, kesan pertama yang hadir dibenak Anda adalah MotoGP. Sering kali orang berpikir bahwa MotoGP adalah satu-satunya ajang kompetisi balapan sepeda motor di dunia. Tak banyak yang tahu bahwa ternyata ada juga ajang kompetisi balapan sepeda motor selain MotoGP, yaitu World Superbike.
World Superbike memiliki nama resmi FIM MOTUL Superbike World Championship atau yang sering dikenal sebagai SBK. Kompetisi ini pertama kali digelar pada tahun 1988 oleh FIM (Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional) dan dikelola oleh FGSport.
Banyak Pembalap dari seluruh dunia telah berkompetisi di World Superbike. Kompetisi ini banyak diikuti oleh beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Jepang. Di negara mereka, World Superbike telah dijadikan kompetisi nasional yang telah menghasilkan pembalap-pembalap profesional dari kompetisi tersebut.
Sering dianggap sebagai adik dari kompetisi MotoGP yang lebih tenar, Kompetisi World Superbike telah menjadi seri balap profesional kelas internasional dan merupakan salah satu ajang balap sepeda motor bergengsi di dunia.
Banyak pembalap yang menunjukkan taringnya selama berlaga di World Superbike. Seperti xCael Fogarty dari Inggris, telah memenangkan kejuaraan empat kali (1994, 1995, 1998, dan 1999). Bahkan, beberapa pabrikan sepeda motor yang telah sukses seperti Ducati, Honda, dan Suzuki selama bertahun-tahun selalu hadir di World Superbike.
Sepeda motor yang digunakan pada kompetisi ini cukup berbeda dengan MotoGP, karena sepeda motor yang digunakan merupakan sepeda motor pabrikan yang bisa ditemukan di pasaran, tetapi dimodifikasi untuk keperluan balapan. Motornya diproduksi secara massal sehingga setiap ajang kompetisi World Superbike, para pabrik sepeda motor berlomba memaksimalkan kualitas produksi massalnya. Berbeda dengan MotoGP, yang menggunakan sepeda motor yang dibuat secara khusus dari awal untuk balapan dan tidak dijual untuk khalayak umum.
Dalam stok motor yang disediakan juga berbeda, World Superbike hanya menyediakan 1 sepeda motor untuk pembalap mereka. Hal itu bertujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh tim sehingga juga memberikan kesempatan pada tim yang hanya memiliki budget sedikit. Berbeda dengan MotoGP, pembalap diberikan 2 sepeda motor yang tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kompetisi berlangsung.
Anggaran pada tim di World Superbike terbilang lebih sedikit dibandingkan pada tim MotoGP, dikarenakan pada World Superbike, pembalap memiliki anggaran yang terbatas dengan ketentuan Research and Development (R&D) yang berlaku.
Selain itu, seri dalam World Superbike pun berbeda dengan MotoGP. Gelaran ini hanya memiliki 13 Seri dalam 1 Musim yang dimulai dari latihan dan 2 race pada Sabtu dan Minggu. World Superbike juga tidak bisa diselenggarakan dalam keadaan hujan, sementara MotoGP masih boleh diselenggarakan dalam keadaan sirkuit yang diguyur hujan sekalipun.
Berbicara mengenai sirkuit World Superbike, tepat pada 07 Oktober 2021 Sirkuit Mandalika yang berada di Lombok Tengah, NTB telah resmi diberi nama Pertamina Mandalika International Street Circuit. Peresmian ini dilakukan untuk mempersiapkan ajang kompetisi balap motor Internasional World Superbike 2021 yang akan digelar di Indonesia sebagai tuan rumah.
Kompetisi tersebut dijadwalkan pada tanggal 19-21 November mendatang dengan target mencapai dua puluh lima ribu penonton. Tiket penonton juga sudah dijualkan dengan harga kisaran 750 ribu hingga dua juta rupiah. Hanya beberapa hari saja, pembelian tiket begitu membeludak. Hal ini menunjukkan besarnya antusias masyarakat Indonesia dalam memeriahkan kompetisi ini.
(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

