Hits: 78

Rais Sihombing / Rosha Astari

Pijar, Medan. Dalam surat edaran Wakil Rektor 1 Nomor 15039/UN5.1.R1/SPB/2021 yang dikeluarkan pada Rabu (3/11/2021), USU dengan ini akan melaksanakan wisuda mahasiswanya secara tatap muka pada tanggal 22 dan 23 November 2021 mendatang.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah turun menjadi level 2, juga kondisi Covid-19 yang perlahan mulai membaik di Kota Medan, menjadi pertimbangan utama pihak universitas dalam menyelenggarakan wisuda secara luring. Kegiatan ini juga adalah sebuah bentuk jawaban dari aspirasi-aspirasi mahasiswa yang didengar oleh universitas.

Nantinya, kegiatan wisuda akan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, yakni sudah menerima minimal satu kali dosis vaksin, membawa hasil tes swab PCR negatif dengan sampel diambil maksimal 3×24 jam, dan membatasi kapasitas ruangan yang hanya 75% dari maksimal yang dapat diisi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pihak keluarga maupun teman tidak diperkenankan mengikuti prosesi wisuda di dalam ruangan. Wisudawan juga tidak dianjurkan untuk berkumpul dan melakukan sesi berfoto secara ramai di lokasi.

Pemberitahuan yang cukup mendadak dengan beberapa persyaratan yang terasa berat bagi beberapa pihak, menuai berbagai tanggapan terutama dari mahasiswa/mahasiswi yang akan mengikuti acara wisuda mendatang.

Dhifa Apriyanti Wardani, salah satu mahasiswa Fakultas Farmasi turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitahuan ini.

“Sebelumnya kami dapat imbauan untuk membuat dan mengunggah video wisuda dengan tenggat waktu hingga tanggal 3 November 2021. Namun, tepat pada waktu yang ditentukan, keluar pemberitahuan akan adanya wisuda tatap muka. Orang tua juga merasa terkejut dan kecewa atas inkonsistensi pihak universitas. Biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan serangkaian persiapan untuk mengikuti wisuda online menjadi sia-sia,” tuturnya.

Poin persyaratan untuk mengikuti pelaksanaan wisuda tatap muka juga memicu reaksi dari mahasiswa. Seperti tanggapan dari Azka Fikri, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang akan mengikuti prosesi wisuda bulan ini.

“Persyaratan menggunakan tes PCR lumayan memberatkan. Kenapa tidak memakai tes antigen saja? Terlebih bagi mahasiswa yang sudah vaksin dosis kedua. Sedangkan naik pesawat saja sudah boleh menggunakan hasil tes antigen,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, pihak USU memberikan respons dengan menyatakan bahwa persyaratan yang ditetapkan adalah solusi terbaik untuk saat ini. Dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan, pihak penyelenggara berharap agar protokol kesehatan tetap terjalankan dengan maksimal.

Pihak USU juga meminta pengertian kepada seluruh mahasiswa bahwa pelaksanaan wisuda secara luring ini adalah langkah awal yang besar sekaligus tantangan untuk kembali menjalankan berbagai aktivitas tatap muka di Universitas Sumatera Utara.

(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

Leave a comment