Stella Regina Christy / Rosha Asthari

Pijar, Medan. Bagi para pecinta film animasi, pastinya sudah tidak asing lagi dengan Nussa. Sebuah serial animasi Indonesia yang bermula hadir dalam format web series yang ditayangkan melalui kanal Youtube Nussa Official sebelum akhirnya mulai ditayangkan di sejumlah jaringan dan stasiun televisi Indonesia dan Malaysia sejak tahun 2019 lalu.

Sejumlah penghargaan tingkat nasional telah dikantongi serial Nussa. Sebut saja Program Favorit Anak-Anak di Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2019 dan Production House Inspirasi Pemuda Indonesia di Anugerah Syiar Ramadhan 2019. Dibanjiri respon positif, serial Nussa kemudian diangkat menjadi sebuah film animasi dengan judul sama yang diproduksi oleh The Little Giantz & Visinema Pictures.

Setelah menunda penayangan selama setahun lamanya karena pandemi COVID-19, film Nussa akhirnya secara resmi dapat dinikmati di seluruh bioskop Indonesia mulai dari tanggal 14 Oktober 2021. Film animasi drama keluarga ini sebelumnya telah ditayangkan secara perdana di Bucheon International Fantastic Film (BIFAN) Korea Selatan pada 8-18 Juli 2021. Film Nussa juga berhasil memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia kategori Film Animasi Panjang Terbaik 2021.

Sederet artis terkenal tanah air yang sangat mumpuni pun turut menjadi pengisi suara dalam film Nussa, seperti Muzakki Ramdhan, Ocean Fajar, Fenita Arie, Ali Fikry, Raisa, Dewi Sandra, Maudy Koesnaedi, Asri Welas, Opie Kumis, Imam Darto, dan Alex Abbad.

Film Nussa sendiri berfokus pada perjuangan Nussa, si juara bertahan science fair yang tengah mempersiapkan diri untuk kembali mengikuti kompetisi sains antar sekolah dengan roket rancangannya yang didampingi oleh Abba.

Di saat yang bersamaan, datanglah seorang murid baru bernama Jonni di sekolahnya. Sama seperti Nussa, Jonni juga sangat suka dan tertarik dengan dunia sains, Jonni juga tidak kalah pintar dalam bidang sains. Karena sama-sama memiliki kemampuan yang hebat dalam mengerjakan proyek sains, keduanya pun ditunjuk untuk menjadi perwakilan sekolah dalam festival sains yang akan datang.

Kehadiran Jonni di sekolah sebagai murid baru ternyata memberikan tekanan tersendiri kepada Nussa untuk bisa menjadi lebih baik daripada Jonni dan mengalahkannya. Nussa menjadi semakin ingin memenangkan kompetisi sains itu dan meraih juara satu.

Tidak hanya menyuguhkan animasi yang berkelas, dalam film Nussa juga banyak nilai positif yang disampaikan. Film ini mencoba lebih realistis dan relevan dengan menyelipkan berbagai konflik yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya karakter Nussa, anak laki-laki berusia sembilan tahun yang merupakan penyandang disabilitas karena terlahir hanya dengan satu kaki. Selama ini, Nussa dapat berjalan dan beraktivitas dengan baik berkat protese atau kaki palsu sebagai ganti kaki kirinya untuk menopang tubuhnya.

Beberapa karakter lain dalam film ini dibuat multikultural, sesuai dengan penggambaran diversitas dari masyarakat Indonesia.

Setelah diangkat menjadi film, kualitas serial Nussa sendiri terlihat mengalami peningkatan dari segala sisi dan dinilai sangat apik dan tak kalah menarik dengan film animasi buatan luar negeri. Film Nussa dinilai mampu bersaing dengan film animasi luar negeri. Penasaran dengan kisah akhir dari film Nussa? Ayo, dukung industri perfilman Indonesia dengan ajak keluarga dan orang-orang terdekatmu untuk menonton langsung di bioskop kesayangan kalian!

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment