Khairullah bin Mustafa Usman

Pijar, Medan. Ibnu Khaldun nama laqab (nama gelar dalam istilah Arab) yang berarti “anak dari khaldun”. Mempunyai nama lengkap Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin bin Ibnu Khaldun. Abdurrahman sebagai nama kecilnya, Abu Zaid nama panggilannya, Waliuddin nama gelarnya, sedang bin Khaldun adalah nama kakeknya.  Beliau adalah seorang laki-laki yang dikenal sebagai Bapak Sosial Islam diantara seluruh bapak-bapak yang biasanya ditempati oleh orang Eropa. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H/ 27 Mei 1332 M dan mulai mengamati ruang lingkup negaranya. Ibnu Khaldun banyak menciptakan karya baik dalam bidang politik, sosiologi serta ekonomi.

Dalam bidang politik, ia sering disandungkan dengan salah satu pemikir politik barat yaitu Machiavelli. Bahkan diketahui karya Machiavelli dalam mencirikan “negara yang kuat” sama dengan pemikiran Ibnu Khaldun, seperti: (1) agama; (2) pemimpin yang kuat; (3) angkatan perang; dan (4) ekspansi militer.  Pada kenyataannya mereka dipisahkan ruang (timur dan barat) serta waktu. Ibnu Khaldun adalah contoh ilmuwan zaman dahulu yang bahkan sudah hafal Alquran sejak usia dini. Beliau juga dikagumi di kalangan masyarakat bahkan istana, sempat menjadi hakim tertinggi di suatu peradilan, namun dijatuhkan oleh mereka pembuat tipu muslihat.

Ibnu Khaldun yang sering mengembara mengarungi Maghrib-Andalusia-Maroko-juga Mesir ini, bila dipahami nama dan karya beliau bagi mereka yang mau untuk mengenalnya, terdapat beberapa kitab (buku) yang telah ditulisnya dan menjadi referensi ilmuwan Eropa, yaitu:  at-Ta’rif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddima (pendahuluan atas kitabu al ‘ibar yang bercorak sosiologis-historis dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).

Leave a comment